Tidak Dilakukan Otopsi, Penyebab Pasti Kematian Anggota Satpol Kecamatan di Subang Masih Misteri

Yudy Heryawan Juanda
.
Minggu, 20 November 2022 | 11:13 WIB
Polisi mendatangi pihak keluarga saat proses pemakaman anggota Satpol PP yang ditemukan tewas. (Foto: Humas Polres)

SUBANG, iNewsSubang.id - Tata (47) anggota Satpol PP Kecamatan Tambakdahan, Subang warga Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Subang yang ditemukan tewas setelah hilang selama 19 hari telah dimakamkan oleh pihak keluarga, Jumat (18/11/2022). Namun penyebab pasti tentang akibat kematian korban masih menjadi tanda tanya besar.

Pihak kepolisian tidak melakukan otopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Polisi beralasan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan mengaku ikhlas.

BACA JUGA : Anggota Satpol PP Kecamatan di Subang Ditemukan Tewas, Inilah Dugaan Pihak Kepolisian

Menurut kerabat korban Yaya Mulyana (45), saat proses pemakanan pihak kepolisian mendatangi keluarga dan menawarkan apakah jenazah akan diotopsi atau tidak. Namun keluarga saat itu mengatakan tidak dan mengaku menerima. Keluarga juga beranggapan bahwa pihak keluarga harus mengeluarkan biaya yang cukup besar jika dilakukan otopsi.

"Setelah ditemukan langsung dibawa ke makam, saat dimakamkan keluarga menerima dan tidak perlu diotopsi karena terbentur biaya jika dilakukan otopsi," ujar Yaya kepada iNewsSubang.id, Sabtu (19/11/2022) malam.

BACA JUGA : Anggota Satpol PP Kecamatan di Subang Ditemukan Tewas di Kebun Tebu Setelah 2 Pekan Hilang

Yaya pun merinci kronologi mulai hilangnya korban hingga ditemukan sudah tidak bernyawa. Menurutnya, korban saat itu ijin kepada istrinya untuk berangkat kerja. Namun ternyata korban malah datang ke rumah pamannya Tayot Sutaya yang tidak jauh dari rumahnya untuk menitipkan motor.

Halaman : 1 2 3 4
Bagikan Artikel Ini