get app
inews
Aa Read Next : Raih 2287 Suara, Sholehudin Menang di Pilkades Blanakan Subang

Balita 4 Tahun di Subang Berangkat Umroh Bersama Cahaya Raudhah

Jum'at, 16 September 2022 | 21:11 WIB
header img
Balita berusia 4 tahun di Subang berangkat umroh. (Foto: Yudy H Juanda)

SUBANG, iNews.id - Antusiasme masyarakat untuk beribadah umroh pasca pandemi Covid-19 ini semakin meningkat. Bahkan seorang balita berusia 4 tahun bernama Bebi Ratu Zelda Syaidah asal Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang ikut berangkat umroh bersama keluarganya melalui travel Cahaya Raudhah.

Jafar Munir mengajak istri dan kedua anaknya yang baru berusia 8 tahun dan 4 tahun untuk berangkat ke tanah suci. Mereka berangkat bersama 246 jemaah umroh dari travel Cahaya Raudhah lainnya di aula Islamic Centre Subang, Jumat (16/9/2022). Bahkan mereka berangkat ke tanah suci menggunakan satu pesawat sekaligus.

BACA JUGA : Pasca Pandemi Covid-19, Cahaya Raudhah Berangkatkan Satu Pesawat Jemaah Umroh Asal Subang

Menurut Jafar Munir, ia dan istrinya sengaja mengajak kedua anaknya untuk memberikan edukasi kepada mereka sejak usia dini. Ia pun merasa bahagia bisa beribadah umroh bersama keluarga lengkapnya.

"Bahagia juga bisa ngajak anak-anak ke kiblatnya umat muslim, biar pendidikan agama sejak dini, biar tahu kiblat mereka itu dimana, mengedukasi anak-anak sambil ibadah," ujarnya.

BACA JUGA : 4 Amalan Sederhana di Hari Jumat tapi Pahalanya Berlipat Ganda, Nomor 1 Orang Mandi Dihadiahi Surga

Sementara menurut Direktur PT Cahaya Raudah, Wawan Herawan, meningkatnya antusiasme masyarakat untuk beribadah umroh mencapai 40-50 persen. Namun bagi Cahaya Raudhah peningkatan mencapai 80 persen daru kondisi normal sebelum Covid-19.

"Kalau berdasarkan catatan di Asosiasi ada peningkatan sekitar 40-50 persen dibandingkan dengan tahun sebelum Covid-19, tapi untuk Cahaya Raudhah sendiri saya lihat itu diangka 80 persen," imbuhnya.

Namun tingginya antusiasme masyarakat untuk beribadah umroh tidak sejalan dengan ketersediaan maskapai penerbangan ke tanah suci. Biasanya dalam satu hari penerbangan ke Arab Saudi bisa mencapai tiga kali, namun kini satu minggu hanya dua kali.

BACA JUGA : Kunjungi Patimban, Menhub Ajak Denmark Berinvestasi di Pelabuhan

"Kendalanya dari tiket, pertama langka kedua mahal, hukum alam permintaan yang tinggi menyebabkan harga mahal, namun tidak logis, tiket yang asalnya Rp12 jutaan kini merangkak sampai Rp17 jutaan, sehingga banyak temen-temen yang menunda keberangkatan," ungkapnya.

Editor : Yudy Heryawan Juanda

Follow Berita iNews Subang di Google News Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut