Kado Spesial Kemerdekaan untuk Petani Jalupang Subang
Cicih, 51 tahun, adalah salah satu warga yang merasakan langsung perubahan itu.
Selama bertahun-tahun, lahan tersebut menjadi sumber penghasilan keluarganya.
Dari hasil bertani, ia dan suaminya memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga mampu menyekolahkan anak.
Kini, sumber penghasilan itu hilang.
Tidak ada lagi tanaman yang bisa dipanen. Tidak ada lagi lahan yang bisa digarap.
Cicih kini lebih banyak berada di rumah. Ia mencoba bertahan dengan warung kelontong dan memelihara ternak kecil-kecilan.
“Sekarang di rumah saja, nggak ada pekerjaan lain, ngurus ternak, cucu. Untuk sehari-hari ya mengandalkan jualan seadanya,” katanya.
Ia berharap lahan tersebut tidak dialihkan menjadi perkebunan karet. Harapannya sederhana: masyarakat kembali diberi kesempatan menggarapnya.
“Biarkan lahan itu masyarakat yang menggarapnya, supaya ada pekerjaan dan bisa mencari penghasilan lagi,” ujarnya.
Editor : Frizky Wibisono