Ketika Kekuasaan Perlu Diawasi, Pers Berdiri sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Iqbal Maulana Bahtiar
Dr. Irjen Pol. Andry Wibowo, S.I.K., S.H., M.H. Foto : Istimewa

Sementara jurnalisme investigatif bekerja lebih dalam. Ia berusaha menjawab pertanyaan yang tidak selesai hanya dengan satu wawancara atau satu dokumen.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Siapa yang terdampak?

Mengapa persoalan itu terjadi?

Dan, yang paling penting, bagaimana kepentingan masyarakat terlindungi?

Menurut Andry, fungsi pengawasan tersebut menjadi salah satu roh penting dalam pekerjaan jurnalistik.

“Jurnalisme harus mampu menghadirkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Dari sana masyarakat dapat memahami persoalan dan pemerintah juga memiliki ruang untuk melakukan evaluasi,” tuturnya.

Ketika Kecepatan Menjadi Tantangan

Tetapi pers hari ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan masa lalu.

Satu peristiwa dapat menyebar ke seluruh dunia hanya dalam hitungan detik.

Media sosial membuat setiap orang dapat menjadi penyebar informasi. Dalam situasi seperti ini, berita yang benar bisa berdampingan dengan hoaks. Fakta dapat bercampur dengan opini. Judul sensasional bahkan terkadang lebih cepat menarik perhatian dibandingkan informasi yang benar-benar penting.

Editor : Frizky Wibisono

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network