SUBANG, iNEWSSubang.id – Kabar gembira bagi masyarakat di wilayah Pantura Subang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang memastikan bakal membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di kawasan Pantura.
Rencana tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Subang yang selama ini membutuhkan akses pelayanan rumah sakit yang lebih dekat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, Iwan Syahrul, mengatakan pembangunan RSUD Pantura ditargetkan mulai masuk tahap konstruksi pada 2027.
“Ini memang menjadi kebutuhan karena Subang wilayahnya luas. Saat ini rumah sakit umum daerah kita hanya satu, sehingga masyarakat Pantura membutuhkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat,” ujar Iwan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026).
Menurut Iwan, pembangunan RSUD Pantura tidak hanya sekadar menambah fasilitas kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan pelayanan kesehatan hingga ke wilayah utara Subang.
“Jangan sampai masyarakat Pantura ketika membutuhkan pelayanan rumah sakit harus menempuh perjalanan yang jauh. Kita ingin pelayanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Namun, pembangunan RSUD Pantura tidak bisa langsung rampung dalam satu tahun. Iwan menjelaskan, proyek tersebut akan dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil perencanaan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kebutuhan anggaran pembangunan RSUD Pantura hingga menjadi rumah sakit diperkirakan mencapai Rp390 miliar.
“Kalau sampai menjadi rumah sakit tentu tidak bisa selesai dalam satu tahun anggaran. Minimal tahun 2027 kita mulai dulu tahap konstruksinya,” ujarnya.
Pemkab Subang telah menyiapkan anggaran awal sekitar Rp6 miliar pada 2027 untuk memulai tahapan pembangunan RSUD Pantura.
Iwan menegaskan, dimulainya pembangunan pada 2027 menjadi langkah awal untuk mewujudkan fasilitas kesehatan rujukan bagi masyarakat Pantura.
“Yang penting kita mulai dulu. Pembangunannya akan bertahap sampai nantinya RSUD Pantura ini benar-benar bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Dalam prosesnya, kata Iwan, ada sejumlah kendala dalam penentuan lokasi yakni
Selain RSUD Pantura, Pemkab Subang juga memperkuat pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan pasien di rumah sakit, terutama untuk penyakit yang masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Dari 40 puskesmas, ada 16 yang belum memiliki ruang rawat inap. Tahun depan Dinas Kesehatan sudah mengalokasikan satu puskesmas untuk memiliki ruang rawat inap,” tutur Iwan.
Pengembangan layanan rawat inap puskesmas juga akan dilakukan secara bertahap. Dengan begitu, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan fasilitas kesehatan yang dekat dengan tempat tinggalnya.
Iwan berharap pembangunan RSUD Pantura dan penguatan layanan puskesmas dapat membuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Subang semakin merata.
“Harapannya, masyarakat Pantura tidak lagi terkendala jarak ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Puskesmas diperkuat, rumah sakitnya juga kita bangun,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
