get app
inews
Aa Text
Read Next : 82 UMKM di Subang Naik Kelas, Program Pendampingan Berhasil Dongkrak Omzet hingga 25 Persen

Kado Spesial Kemerdekaan untuk Petani Jalupang Subang

Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:22 WIB
header img
Alat berat menggerus lahan pertanian di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. (Foto : Istimewa).

SUBANG, iNEWSSubang.id –  Bukan suara sorak-sorai menyambut kemerdekaan yang terdengar dari Manggala, Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang. Yang menggema justru dentuman mesin berat yang membabat lahan pertanian dan merobohkan ribuan tanaman milik petani.

Suasana yang seharusnya bahagia menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan petani Jalupang malah harus meneteskan air mata karena menyaksikan ladang yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan mereka berubah menjadi hamparan tanah kosong.

Semangka, nanas, singkong, durian, alpukat, jengkol hingga petai yang ditanam dengan modal dan tenaga sendiri ikut tumbang. Sebagian tanaman bahkan belum sempat dipanen.

Bagi petani, alat berat tidak hanya merobohkan tanaman.

Ia juga menghapus modal yang sudah ditanam, tenaga yang dicurahkan, waktu yang dihabiskan, dan penghasilan keluarga yang selama ini bergantung dari lahan tersebut.

“Bukan merasa dirugikan lagi. Kalau namanya kerugian, sudah jelas. Kami sudah menanamkan modal dan menggantungkan penghasilan keluarga dari tanaman di lahan ini,” kata Pengurus Kelompok Tani Hamparan Pasirsalam, Kartadinata, Sabtu (8/8/2026).

Kartadinata menyebut ada sekitar ratusan hektar lahan yang digarap oleh warga dari tahun 2017-2018. Lahan tersebut merupakan eks-HGU PTPN yang hak guna usahanya disebut telah berakhir sejak awal 2002.

Bagi masyarakat sekitar, lahan yang sebelumnya disebut sebagai lahan tidur itu perlahan berubah menjadi sumber penghidupan. Puluhan hingga ratusan petani menggantungkan pendapatan dari lahan itu.

Mereka menanam apa yang bisa menghasilkan.

Tanaman berumur pendek menjadi sumber pemasukan lebih cepat. Sementara durian, alpukat, jengkol dan petai ditanam sebagai investasi jangka panjang.

Namun investasi itu tak pernah sampai pada masa yang mereka harapkan.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut