Dorong Akses Kesehatan Hingga Pelosok, Dinkes Subang Perkuat Poskesdes dalam Skema ILP
Pelayanan yang diberikan pun bersifat menyeluruh, mencakup seluruh klaster kesehatan dari Klaster 1 hingga Klaster 5. Tak hanya pengobatan dan edukasi kesehatan, Poskesdes juga menjalankan peran krusial melalui layanan kunjungan rumah.
"Kunjungan rumah ini sangat penting bagi keluarga rawan atau berisiko tinggi yang sulit menjangkau Puskesmas. Jadi, bidan atau perawat desa yang aktif mendatangi mereka," jelas Anang.
Perkembangan Poskesdes di Kabupaten Subang menunjukkan tren positif. Beberapa wilayah telah lebih dulu bergerak. Di Kecamatan Pagaden, misalnya, dari enam desa yang ada, empat desa telah memiliki Poskesdes aktif. Sementara di Kecamatan Blanakan, jumlah Poskesdes kini bertambah menjadi dua unit.
Dinkes Subang berharap keberhasilan tersebut dapat direplikasi oleh Puskesmas lain, sehingga jangkauan layanan primer semakin luas dan merata.
Lebih jauh, keberadaan Poskesdes juga diarahkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Anang menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif agar fasilitas kesehatan tidak hanya dikunjungi saat kondisi sudah memburuk.
"Harapan kami ke depan, masyarakat yang sehat pun mau datang ke Poskesdes untuk konsultasi preventif dan promotif. Kita tingkatkan pencegahannya agar pasien tidak menumpuk di Puskesmas atau Rumah Sakit," pungkasnya.
Dengan Poskesdes yang aktif dan terintegrasi, Dinkes Subang optimistis peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dirasakan secara lebih adil, hingga ke pelosok desa.
Editor : Yudy Heryawan Juanda