SUBANG, iNewsSubang.id – Produksi perikanan tangkap laut di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mencapai sekitar 16,7 ribu ton hingga September 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski nelayan menghadapi cuaca buruk dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Subang, Budi Rakhman, S.Pi., M.Si., mengatakan capaian tersebut masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target produksi tahunan sebesar 23 ribu ton.
“Target awal sampai akhir tahun itu di angka 23 ribu ton,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).
Menurut Budi, peningkatan produksi tahun ini belum optimal karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Angin kencang dan gelombang laut yang berbahaya membuat nelayan harus membatasi aktivitas penangkapan ikan.
“Ketika kondisi seperti itu, mereka (nelayan) disarankan oleh kita untuk tidak melaut karena berbahaya,” ujarnya.
Selain cuaca buruk, kenaikan harga BBM juga menjadi tantangan bagi nelayan karena berdampak pada biaya operasional melaut.
“Kondisi tersebut membuat nelayan harus mempertimbangkan keselamatan sekaligus biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hasil tangkapan,” paparnya.
Budi juga mengatakan, Agustus hingga November biasanya menjadi periode puncak penangkapan ikan laut di Kabupaten Subang. Pada periode tersebut, nelayan umumnya berpeluang meningkatkan hasil tangkapan.
Kendati demikian, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat nelayan belum bisa memaksimalkan periode tersebut.
Meski menghadapi berbagai kendala, produksi perikanan tangkap laut Subang masih menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Walaupun, kenaikannya dinilai belum sebesar capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
“Ya untuk periode ini meningkat dibanding tahun lalu. Namun peningkatannya tidak signifikan hanya sekitar 12 persen-an,” paparnya.
Di triwulan akhir ini, Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar nelayan dapat kembali melaut dengan aman dan produksi perikanan tangkap terus meningkat hingga akhir tahun.
“Optimis hasil tangkap nelayan kita bisa meningkat dan mencapai target. Tapi keselamatan nelayan tetap menjadi prioritas,” tukasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
