SUBANG, iNEWSSubang.id – Museum Subang menyimpan sebanyak 261 koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan budaya Subang, mulai dari masa prasejarah hingga perkembangan kehidupan masyarakat modern.
Beragam koleksi tersebut terdiri dari artefak, fosil asli maupun replika, patung, serta berbagai benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Kepala UPTD Museum Subang, Hendrik Gunawan, S.E., M.AP., mengatakan ratusan koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya museum mengenalkan sejarah Subang kepada masyarakat.
“Terdapat sebanyak 261 koleksi yang tersimpan di Museum Subang,” kata Hendrik.
Museum Subang saat ini memiliki enam hall atau lorong yang menampilkan koleksi berdasarkan perjalanan sejarah, mulai dari masa prasejarah hingga perkembangan budaya.
Untuk menarik minat pengunjung, khususnya generasi muda, Museum Subang juga menerapkan konsep pengkinian koleksi dengan memanfaatkan teknologi digital.
Salah satunya melalui wahana sliding spine yang menyajikan cerita mengenai sejarah transportasi pada zaman kolonial. Museum juga menghadirkan hologram yang menggambarkan kehidupan pada zaman purba.
Selain itu, terdapat AR Sisingaan yang dilengkapi fitur virtual serta aplikasi artefak untuk memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
“Konsep ini digunakan untuk menarik minat pengunjung datang ke museum. Kami ingin sejarah Subang, mulai dari zaman purba hingga modern, bisa tersampaikan kepada anak-anak sekolah dan masyarakat Subang,” ujarnya.
Intip Koleksi Unggulan Museum Subang
Dari 261 koleksi yang tersimpan, Museum Subang memiliki sejumlah koleksi unggulan. Di antaranya patung Peter William Hofland, pejana perunggu, dan kapak perunggu.
Patung Peter William Hofland menjadi salah satu koleksi yang berkaitan dengan sejarah Subang. Sementara pejana dan kapak perunggu menjadi bagian dari koleksi peninggalan masa lampau yang memperlihatkan perkembangan kehidupan manusia pada masa prasejarah.
“Selain patung Peter William Hofland, kita juga punya koleksi unggulan yaitu pejana perunggu dan kapak perunggu,” kata Hendrik.
Koleksi Museum Subang juga berpotensi terus bertambah. Hendrik menyebut sejumlah wilayah di Subang masih memiliki potensi temuan benda bersejarah maupun fosil.
Salah satu temuan terbaru adalah gigi taring kuda nil purbakala yang ditemukan di wilayah Pasir Cabe.
“Masih banyak di beberapa wilayah yang terdapat temuan artefak maupun fosil yang berpotensi menjadi penambahan koleksi museum,” ujarnya.
Selain temuan arkeologis, penambahan koleksi juga dapat berasal dari hasil kajian seni dan budaya yang telah berkembang selama lebih dari 50 tahun.
Menurut Hendrik, pihaknya telah memetakan sejumlah perlengkapan seni dan alat budaya yang berpotensi menjadi koleksi Museum Subang.
“Untuk potensi penambahan koleksi, kelengkapan alat seni dan alat budaya kita sudah mapping, tinggal kita implementasikan,” katanya.
Untuk menjaga kondisi koleksi yang tersimpan, Museum Subang melakukan pemeliharaan secara berkala. Perawatan dilakukan sekitar dua kali dalam setahun dengan menggunakan bahan kimia maupun bahan alami sesuai kebutuhan koleksi.
Hendrik berharap masyarakat turut berperan dalam menjaga keberadaan Museum Subang. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran terkait pengelolaan museum.
“Kita juga ingin menerima kritik dan saran supaya Museum Subang ini tetap eksis dan menjadi kebanggaan Kabupaten Subang,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
