"Minyak jelantah sering dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah ini dapat menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya sehingga lingkungan Kelurahan Sukamelang semakin bersih dan sehat," ujarnya.
Sementara itu, Head of Communication, Relations & CID PT Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menegaskan bahwa perusahaan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan pelestarian lingkungan.
"Pertamina EP Subang Field meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong perubahan perilaku dalam mengelola limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, agar tidak mencemari lingkungan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat berkembang menjadi aktivitas produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," jelasnya.
Direktur Bank Sampah Karya Bhakti Sejahtera, Tita Andriani, berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Selama ini kami terus mengedukasi masyarakat bahwa sampah memiliki nilai jika dipilah dan dikelola dengan baik. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan pengelolaan limbah yang lebih inovatif. Kami berharap peserta dapat mengajak keluarga dan masyarakat sekitar untuk mengumpulkan serta mengolah minyak jelantah secara tepat," tuturnya.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
