Untuk sektor bangunan, pembangunan Subang Command Center (SCC) senilai sekitar Rp2 miliar telah rampung. Adapun rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Pantura Subang masih dalam tahap penyelesaian master plan, yang akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan kajian lingkungan.
DPUPR berharap pembangunan fisik rumah sakit tersebut dapat dimulai pada 2027, dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan kesiapan teknis. Lahan yang direncanakan merupakan bekas area persawahan sehingga berpotensi membutuhkan pekerjaan pengurugan. Selain itu, sejumlah bangunan pemerintah daerah di lokasi tersebut perlu direlokasi.
“Untuk rumah sakit Pantura, kami masih menyelesaikan master plan. Tahap berikutnya adalah DED dan kajian lingkungan. Kami berharap pembangunan fisiknya bisa dimulai tahun depan, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan teknis dan alokasi anggaran,” ungkap Yadi.
Menjelang batas akhir tahun anggaran, DPUPR Subang juga mengingatkan kontraktor agar menjaga kualitas pekerjaan dan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses pembangunan.
“Kami meminta seluruh kontraktor mempercepat pekerjaan sesuai jadwal, tetapi kualitas harus tetap menjadi perhatian utama. Pekerjaan wajib mengikuti spesifikasi teknis dan ketentuan keselamatan kerja. Jangan sampai mengejar target waktu, tetapi mutu pembangunan diabaikan,” tegasnya.
DPUPR Subang akan terus memantau perkembangan proyek hingga akhir tahun. Percepatan ini diharapkan mendukung pencapaian Program Strategis Daerah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Subang.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
