Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah ruas dan titik penanganan. Hingga akhir Oktober, progres fisik pekerjaan jalan mencapai sekitar 74,91 persen. Ruas Batangsari–Tanjung III dan Binong–Kijang dilaporkan telah selesai dikerjakan.
“Penanganan jalan menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ruas Batangsari–Tanjung III dan Binong–Kijang sudah tuntas, sedangkan pekerjaan lainnya terus kami kawal agar selesai tepat waktu,” katanya.
Selain jalan, DPUPR menangani pekerjaan jembatan dan gorong-gorong di sekitar 55 titik dengan anggaran fisik sekitar Rp14 miliar. Progres pekerjaan tersebut telah mencapai 77 persen.
Sejumlah pekerjaan drainase difokuskan pada titik yang rawan genangan, di antaranya Jalan Agus Salim arah Wisma Karya, Jalan Katamso sekitar Tokma, serta Jalan Pejuang 45 arah Pasar Panjang. Penanganan dilakukan untuk memperbaiki aliran air dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran.
Yadi menyebut, salah satu kendala di lapangan adalah keberadaan jaringan kabel bawah tanah yang perlu diperhatikan agar pekerjaan tidak mengganggu utilitas yang sudah ada.
Sementara itu, pekerjaan infrastruktur sumber daya air mencakup 61 titik dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Progres fisiknya telah mencapai 99 persen, sehingga sebagian besar pekerjaan di sektor tersebut mendekati penyelesaian.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
