Menurut Kang Akur, pengiriman lima kontainer kopi atau setara 96 ton tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif petani, pengelola koperasi, serta sinergi lintas sektor yang terbangun secara konsisten.
“Ekspor hari ini menjadi simbol kemajuan sektor perdagangan dan pertanian di Kabupaten Subang,” tuturnya.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Subang untuk terus mendorong koperasi dan UMKM melalui peningkatan kualitas produksi, perluasan akses pasar, dan penguatan kelembagaan. Kang Akur berharap ekspor ini menjadi pintu pembuka bagi keberlanjutan ekspor komoditas unggulan Subang dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI Dr. Ferry Juliantono menilai Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah sebagai koperasi berkelas dunia dengan potensi besar memperluas volume dan tujuan ekspor. Ia juga menekankan pentingnya transformasi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial menjadi Koperasi Usaha Kehutanan Sosial melalui kolaborasi lintas kementerian.
“Kita harapkan ekosistem ini mampu menumbuhkan lapangan kerja di daerah, sehingga generasi muda dapat bekerja dan berkembang di wilayahnya sendiri,” ungkapnya.
Pemerintah pusat, lanjut Dr. Ferry, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan koperasi agar semakin kuat berperan dalam sektor produksi, distribusi, industri, hingga pembiayaan sebagai pilar ekonomi nasional.
Momentum pelepasan ekspor kopi ini turut dihadiri jajaran pejabat pusat dan daerah, mulai dari Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Staf Ahli Menteri Bidang Kebijakan Publik, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, hingga pimpinan OPD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Subang. Sebuah penegasan bahwa kopi Subang bukan hanya komoditas, melainkan cerita tentang kemandirian, kerja kolektif, dan daya saing global.
Editor : Yudy Heryawan Juanda
Artikel Terkait
