Inilah Sejarah PT Dahana, Pabrik Bahan Peledak yang Berlokasi di Subang

Tim iNews.id
Kantor pusat PT Dahana di Subang. (Foto: Dok PT Dahana)

“Perubahan status Dahana menjadi Perum merupakan langkah awal menjadi perusahaan yang lebih profesional. Kebetulan juga Indonesia tengah mengembangkan industri berbasis teknologi sejak tahun 1970-an, di tengah perdebatan mengenai strategi yang akan digunakan,” katanya.

Pada masa-masa tersebut Dahana sempat mengalami jalan yang terjal, salah satu gudang milik Dahana meledak yang mengakibatkan penghentian seluruh aktivitas Dahana, dari mulai penelitian, pengembangan, hingga operasi.

BACA JUGA : Pickup Tabrak Pembatas Jalan di Pantura Subang, 4 Tewas Terbakar 3 Terluka

Setelah kejadian tersebut, keluarlah keputusan yang membolehkan impor bahan peledak oleh pengguna akhir, yang membuat carut marut dunia bahan peledak Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 27 Tahun 1982 yang isinya pemerintah menunjuk Dahana sebagai satu-satunya perusahaan yang dapat mengimpor, memproduksi, dan mendistribusi bahan peledak di dalam Negeri dan pada tahun 1991 Dahana resmi menjadi perseroan.

Namun, monopoli bahan peledak tak berlangsung lama, pada tahun 1994, pemerintah kembali membuka kran persaingan pasar bahan peledak dalam Negeri yang mengimpor dari perusahaan-perusahaan bahan peledak nomor wahid di dunia.

BACA JUGA : Keseruan Ratusan Warga Menangkap Ikan saat Festival 7 Sungai

Juli juga menjelaskan, pada saat itu, dengan segala pengalaman memilukan bagi perusahaan, bukan tidak mungkin Dahana ditinggalkan oleh para pekerjanya dan berakhir gulung tikar. Namun hal tersebut tidak terjadi. Menurutnya, kunci bertahannya Dahana adalah keberadaan Sumber Daya Manusia yang unggul dan pantang menyerah.

“Kunci sukses yang diwujudkan oleh PT Dahana sejak awal berdiri hingga eksistensinya saat ini adalah buah kerja keras dan komitmen yang dituangkan dalam visi dan misi perusahaan agar terus tumbuh dan berkembang. Salah satu di antaranya berada pada Sumber Daya Manusia (SDM),” imbuhnya.

Dengan semangat inovasi, Dahana kemudian bermetamorfosis menjadi perusahaan yang dapat menjawab berbagai kebutuhan bahan peledak, dengan jasa peledakan terpadu. Dahana mulai berkembang melakukan diversifikasi produk dan layanan usaha, dari pasar komersial hingga militer.

BACA JUGA : Gagalkan Aksi Pencurian, Serda Amin Babinsa Kodim 0605/Subang Panen Penghargaan

Perkembangan pesat Dahana di bidang bahan peledak komersial, dianggap pemerintah dapat menjadi bagian dari industri pertahanan yang mampu mewujudkan kemandirian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) nasional.

Pada 2 Maret 2022, akhirnya Dahana secara resmi menjadi bagian dari holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID. Bersama empat BUMN industri pertahanan lainnya, Dahana ditantang untuk menembus Top Global 50 Defense Company dan meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Satu persatu tugas Dahana mulai dikerjakan, dengan pembangunan Pabrik Elemented Detonator, Dahana mampu meningkatkan nilai TKDN hingga 50% dan menghemat devisa Negara.

BACA JUGA : Lestarikan Kesenian Tradisional, Polwan Polres Subang Atraksi Gotong Sisingaan

“Selain itu, pekerjaan rumah pembangunan pabrik Amonium Nitrat juga sedang dikebut, untuk menancapkan taring Dahana di hulu industri bahan peledak,” pungkas Juli.

Editor : Yudy Heryawan Juanda

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network