Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Armada Pengangkut Terbatas, DLH Subang Genjot Pengolahan Sampah Lewat TPS3R
Advertisement . Scroll to see content

Investasi Industri di Subang Meningkat, Kadin Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Perusahaan

Rabu, 04 November 2026 | 01:42 WIB
  • author Harry Rahmadani
Investasi Industri di Subang Meningkat, Kadin Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Perusahaan
Ketua Kadin Kabupaten Subang, Agus Prabanta. Foto : Istimewa

SUBANG, iNewsSubang.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Subang mendorong pemerintah daerah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal dan memperkuat UMKM untuk menghadapi pesatnya perkembangan kawasan industri.

Langkah tersebut dinilai penting agar keberadaan kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Patimban dan Subang Smartpolitan, tidak hanya menarik investasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Ketua Kadin Kabupaten Subang, Agus Prabanta, mengatakan posisi strategis Subang yang didukung pembangunan infrastruktur dan kawasan industri membuka peluang besar bagi daerah untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan perusahaan industri.

“Salah satu tantangan utama yang perlu menjadi perhatian bersama adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan dan standar perusahaan yang beroperasi di kawasan industri,” ujar Agus. Selasa,(3/11/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperkuat kerja sama dengan dunia pendidikan dan pelaku industri untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar.

Peningkatan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) juga perlu menjadi perhatian. Kurikulum pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk keterampilan teknis, penguasaan teknologi, dan kemampuan berbahasa asing.

“Pelatihan kerja harus mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Jangan hanya memberikan keterampilan dasar, tetapi juga kemampuan teknis dan penguasaan teknologi yang dibutuhkan perusahaan,” katanya.

Selain tenaga kerja, Agus menyoroti peluang UMKM lokal untuk masuk dalam rantai pasok perusahaan industri. Menurutnya, perusahaan besar perlu membangun kemitraan dengan pengusaha lokal agar pertumbuhan industri turut menggerakkan ekonomi masyarakat.

Ia mencontohkan pola kemitraan antara BYD dan Melon sebagai gambaran peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjadi bagian dari ekosistem bisnis perusahaan besar.

“UMKM lokal jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus memiliki kesempatan menjadi pemasok barang maupun jasa yang dibutuhkan perusahaan industri,” tegasnya.

Meski demikian, Agus mengingatkan pelaku UMKM harus meningkatkan kualitas produk, manajemen usaha, dan konsistensi pasokan agar mampu memenuhi standar perusahaan besar.

Menurutnya, penguatan kapasitas usaha menjadi syarat penting agar pengusaha lokal dapat bersaing dan memperoleh peluang kemitraan dengan industri.

Agus menegaskan, pengembangan Subang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya mengandalkan masuknya investasi. Kesiapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas UMKM, dan keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok juga harus menjadi perhatian.

“Dengan kesiapan SDM dan UMKM, pertumbuhan kawasan industri di Subang diharapkan tidak hanya meningkatkan investasi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat lokal,” pungkasnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut