Mengawal Pilkades 2026, Karawang Bicara Teknologi, Subang Bicara Keamanan
“Kami berharap seluruh calon dan pendukung bisa sama-sama menjaga situasi. Mari berpolitik secara humanis, berkampanye dengan baik, tanpa hoaks dan tanpa ujaran kebencian,” katanya.
Di Kabupaten Subang, persoalan keamanan menjadi perhatian tersendiri setelah terjadi kericuhan saat tahapan pengambilan nomor urut calon kepala desa di Desa Patimban, pada Rabu,(7/10/2026), Lalu.
Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi menegaskan, pemerintah daerah tidak akan menoleransi tindakan kekerasan maupun perbuatan yang mengarah pada tindak kriminal selama pelaksanaan Pilkades.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam deklarasi damai dan penandatanganan pakta integritas di GOR Gotong Royong, Subang, Rabu, (28/10/2026).
“Kalau sudah mengarah pada kriminalitas, saya tidak ingin hal seperti itu terjadi di Kabupaten Subang. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tanpa pandang bulu,” ujar Reynaldy.
Ia meminta para calon kepala desa dan tim pendukungnya menahan diri, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memicu konflik.
Menurut Reynaldy, kemenangan dalam Pilkades tidak boleh diraih dengan cara-cara yang melanggar hukum. Persaingan politik, kata dia, seharusnya menjadi bagian dari proses demokrasi, bukan alasan untuk merusak ketenteraman masyarakat.
Editor: Frizky Wibisono