SUBANG, iNEWSubang.id – Lahan bekas galian pasir yang sempat terbengkalai kini disulap menjadi destinasi wisata alam bernama Pesona Bumi Cihuni di Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang.
Kawasan wisata tersebut menawarkan beragam aktivitas rekreasi bagi pengunjung, mulai dari berkuda, memancing, hingga edukasi peternakan. Selain menjadi tempat wisata keluarga, kawasan ini juga diproyeksikan sebagai lokasi perkemahan, outbound, dan berbagai kegiatan luar ruang.
Pengembangan Pesona Bumi Cihuni bermula dari kondisi lahan bekas galian pasir yang terbengkalai sejak 2020. Melalui penataan secara bertahap, kawasan tersebut kini mulai berubah menjadi ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata.
Popularitasnya pun mulai meningkat setelah sejumlah pengunjung membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.
Salah seorang pengunjung asal Kecamatan Cipeundeuy, Iwan, mengaku sengaja datang bersama keluarga dan teman-temannya untuk menikmati libur akhir pekan.
“Tempatnya cukup nyaman dan suasananya masih alami. Saya datang bersama keluarga dan teman-teman untuk mengisi waktu libur. Menurut saya, tempat ini cocok untuk rekreasi keluarga,” ujar Iwan, Sabtu (7/11/2026).
Hal serupa disampaikan Vita Hozana, wisatawan asal Purwakarta. Ia mengaku mengetahui keberadaan wisata tersebut dari media sosial sebelum akhirnya memutuskan berkunjung.
“Awalnya saya tahu tempat ini dari media sosial dan penasaran ingin datang langsung. Setelah sampai, ternyata fasilitasnya cukup beragam. Ada wisata berkuda dan beberapa tempat menarik lainnya,” kata Vita.
Sementara itu, Pengelola Pesona Bumi Cihuni, Gunawan, mengatakan pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kenyamanan pengunjung dan kelestarian lingkungan.
“Awalnya tempat ini merupakan lahan bekas galian pasir yang sempat terbengkalai. Kami kemudian berupaya menatanya menjadi kawasan wisata alam yang lebih nyaman dan bisa dinikmati semua kalangan,” jelas Gunawan.
Saat ini, sejumlah fasilitas telah tersedia, di antaranya area pemancingan, wahana berkuda, serta edukasi peternakan, termasuk kegiatan belajar beternak dan berkurban.
Pengelola juga tengah membangun arena bermain anak berbasis alam dengan memanfaatkan material seperti kayu, pohon, dan ban bekas yang ditata agar aman digunakan anak-anak berusia satu hingga sepuluh tahun.
Dari sisi biaya, pengunjung belum dikenakan tiket masuk alias gratis karena proses pembangunan dan penataan kawasan masih berlangsung.
Meski begitu, sejumlah fasilitas khusus sudah dapat dinikmati dengan tarif terjangkau. Untuk wahana berkuda kategori fun ride atau berkuda santai sebanyak dua putaran dengan pendampingan, tarifnya Rp20 ribu untuk anak-anak dan Rp25 ribu untuk dewasa.
Pengunjung yang ingin belajar berkuda juga dapat mengikuti program trial selama 30 menit dengan biaya Rp100 ribu. Sementara les berkuda kategori serius berdurasi 45 menit dikenakan tarif Rp125 ribu per pertemuan.
Tersedia pula paket keanggotaan selama dua bulan atau empat kali pertemuan dengan biaya Rp600 ribu.
Gunawan berharap seluruh fasilitas yang sedang dikembangkan dapat segera rampung sehingga Pesona Bumi Cihuni semakin dikenal masyarakat luas.
“Kami berharap ke depan kawasan ini bisa semakin berkembang dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Subang. Tidak hanya untuk rekreasi keluarga, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan outbound, perkemahan, hingga company gathering,” ungkapnya.
Dengan konsep wisata alam yang terus dikembangkan, Pesona Bumi Cihuni diharapkan menjadi alternatif tujuan rekreasi masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi warga sekitar.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
