Menurut dia, seluruh calon kepala desa harus mengedepankan persaingan yang sehat dan tidak menggunakan cara-cara yang melanggar hukum demi memenangkan kontestasi.
Ia meminta para calon beserta tim pendukungnya menahan diri, menghormati perbedaan pilihan, serta tidak memprovokasi masyarakat yang berpotensi memicu konflik di tingkat desa.
“Jangan sampai kepentingan politik sesaat merusak persaudaraan dan ketenteraman masyarakat. Pilkades ini harus menjadi ajang demokrasi yang sehat, bukan justru menimbulkan perpecahan,” katanya.
Selain menekankan pentingnya menjaga keamanan selama proses pemilihan, Reynaldy juga mengingatkan bahwa kepala desa terpilih nantinya harus mampu merangkul seluruh masyarakat, termasuk warga yang tidak mendukungnya saat kontestasi.
“Kepala desa bukan hanya milik tim pendukungnya, tetapi milik seluruh masyarakat desa. Siapa pun yang terpilih harus mampu membangun desa dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap seluruh rangkaian Pilkades Serentak 2026 di 165 desa dapat berjalan aman, tertib, dan lancar dengan dukungan panitia penyelenggara, Forkopimda, aparat keamanan, para calon kepala desa, tim pendukung, serta masyarakat.
“Kita ingin seluruh tahapan berjalan aman dan tenteram, tanpa ada hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, saya mengajak semua pihak menjaga komitmen perdamaian yang telah disepakati bersama,” pungkasnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
