SUBANG, iNEWSSubang.id — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi meresmikan Rumah Susun (Rusun) Yayasan Nur Ilmi Prawira di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (5/10/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang layak dan nyaman bagi masyarakat, termasuk para santri di lingkungan Yayasan Nur Ilmi Prawira.
Rusun bantuan pemerintah itu terdiri dari dua lantai dengan kapasitas 82 orang. Bangunan berdiri di atas lahan sekitar 1.508 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 576,8 meter persegi.
Pada lantai dasar tersedia hunian dengan kapasitas 36 orang serta dua tempat tidur single. Sementara lantai dua memiliki kapasitas hunian untuk 44 orang.
Pembangunan rusun tersebut berlangsung kurang lebih dua tahun hingga akhirnya dapat dimanfaatkan oleh para penghuni yayasan.
Dalam kunjungannya, Maruarar berdialog langsung dengan para penghuni untuk mengetahui kondisi bangunan dan fasilitas setelah digunakan.
Sejumlah santriwan menyampaikan bahwa kondisi rusun cukup baik. Maruarar pun meminta para penghuni segera melaporkan apabila menemukan kerusakan atau kendala pada bangunan.
“Kalau ada yang kendala seperti bocor, tolong kasih tahu ya, nanti diperbaiki,” ujar Maruarar.
Maruarar mengatakan, fasilitas yang telah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh para penghuni.
“Yang penting dirawat dan digunakan dengan baik. Kalau ada kekurangan, sampaikan kepada pengelola supaya bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Rusun tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya ruang hunian, ruang pengelola, kamar mandi komunal, ruang wudhu, area cuci dan jemur, serta balkon.
Lokasi rusun yang berada dekat dengan sekolah juga memudahkan para santri menjalani aktivitas pendidikan dan kegiatan sehari-hari.
Bupati Subang Reynaldy mengatakan keberadaan rusun tersebut diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi para santri di Yayasan Nur Ilmi Prawira.
“Harapan kami, rusun ini bisa memberikan kenyamanan bagi para santri dan mendukung mereka dalam menjalankan aktivitas pendidikan,” ujar Reynaldy.
Dengan adanya rusun tersebut, pemerintah berharap kebutuhan hunian para santri dapat terpenuhi sekaligus menciptakan lingkungan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar.
Kementerian PKP juga terus mendorong penyediaan hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui pembangunan rumah susun di berbagai daerah.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
