SUBANG, iNEWSSubang.id – Pemerintah Kabupaten Subang memaksimalkan pelatihan kerja bagi masyarakat untuk mendukung percepatan industrialisasi dan menjawab kebutuhan pekerka di perusahaan dengan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang, Iwan Syahrul, mengatakan Subang saat ini menjadi embrio ekonomi Rebana dengan tiga kawasan industri utama, yakni kawasan industri Subang Cipali timur, barat, dan Pelabuhan Patimban.
Menurut Iwan, kehadiran tiga kawasan tersebut menjadi fase penting menuju era industrialisasi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Namun demikian, Pemkab Subang melihat masih ada kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan kompetensi SDM yang tersedia.
Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat pelatihan kerja agar masyarakat Subang lebih siap masuk ke dunia industri.
“Dalam upaya memantapkan industrialisasi di Kabupaten Subang dan menjawab gap antara SDM dengan kebutuhan perusahaan, Pemkab Subang memaksimalkan pelatihan kerja bagi masyarakat Subang. Program tersebut berada di Disnakertrans ESDM,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, Pemkab Subang saat ini tengah menjajaki kerja sama dengan Politeknik Manufaktur Bandung untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi.
Selain itu, pelatihan yang disiapkan juga disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk pelatihan bahasa asing seperti Mandarin, serta penguatan program di Balai Latihan Kerja (BLK).
"Beberapa kali pelatihan bahasa Mandarin sudah dilakukan di Dinas Tenaga Kerja. Selain itu, kami juga konsentrasi di balai latihan kerja, seperti modul kendaraan listrik dan pengoperasian crane karena Subang memiliki pelabuhan,” katanya.
Iwan menambahkan, dari tiga kawasan industri tersebut diperkirakan dapat terserap hingga 175.000 tenaga kerja. Sementara itu, jumlah pengangguran di Kabupaten Subang saat ini mencapai sekitar 65 ribu orang.
Meski begitu, ia menegaskan tidak seluruh pengangguran akan masuk ke sektor industri, karena sebagian lainnya memiliki kompetensi di sektor lain, termasuk ekonomi kreatif.
"minimal 30 persen tenaga kerja lokal diharapkan bisa terserap di kawasan industri Subang Cipali timur dan barat. Dan untuk tambahan, kita juga bakal meningkatkan kompetensi di sektor lain, termasuk ekonomi kreatif ," tuturnya.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
