Dorong Akses Kesehatan Hingga Pelosok, Dinkes Subang Perkuat Poskesdes dalam Skema ILP

Yudy Heryawan Juanda
Kabid Yankes Dinkes Subang, Anang, SKM. M.Mkes. Foto: Yudy H Juanda/iNewsSubang.id

SUBANG, iNewsSubang.id – Upaya memperpendek jarak layanan kesehatan bagi masyarakat terus digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang. Salah satu langkah strategis yang kini diperkuat adalah optimalisasi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer di tingkat desa, seiring penerapan program nasional Integrasi Layanan Primer (ILP) di seluruh Puskesmas.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Subang, Anang, SKM., M.MKes., menegaskan bahwa Poskesdes bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan bagian penting dari jejaring pelayanan Puskesmas bersama Pustu dan Posyandu.

"Poskesdes ini fungsinya hampir sama dengan Pustu, yakni memberikan pelayanan kesehatan langsung di tingkat desa. Di era ILP saat ini, peran Poskesdes sangat penting untuk mendekatkan pelayanan, termasuk dalam hal skrining kesehatan dan penggunaan catatan medis elektronik," ujar Anang saat memberikan keterangan, Senin (19/1/2026).

Menurut Anang, keberlanjutan Poskesdes sangat ditentukan oleh kolaborasi antara Puskesmas dan pemerintah desa. Umumnya, desa berperan menyediakan sarana gedung, sementara Puskesmas menyiapkan sumber daya tenaga kesehatan.

"Setiap Poskesdes idealnya memiliki dua tenaga kesehatan, yaitu satu perawat dan satu bidan, dibantu oleh dua orang kader desa. Mereka memberikan pelayanan setiap hari kerja sesuai jam operasional Puskesmas," tambahnya.

Pelayanan yang diberikan pun bersifat menyeluruh, mencakup seluruh klaster kesehatan dari Klaster 1 hingga Klaster 5. Tak hanya pengobatan dan edukasi kesehatan, Poskesdes juga menjalankan peran krusial melalui layanan kunjungan rumah.

"Kunjungan rumah ini sangat penting bagi keluarga rawan atau berisiko tinggi yang sulit menjangkau Puskesmas. Jadi, bidan atau perawat desa yang aktif mendatangi mereka," jelas Anang.

Perkembangan Poskesdes di Kabupaten Subang menunjukkan tren positif. Beberapa wilayah telah lebih dulu bergerak. Di Kecamatan Pagaden, misalnya, dari enam desa yang ada, empat desa telah memiliki Poskesdes aktif. Sementara di Kecamatan Blanakan, jumlah Poskesdes kini bertambah menjadi dua unit.

Dinkes Subang berharap keberhasilan tersebut dapat direplikasi oleh Puskesmas lain, sehingga jangkauan layanan primer semakin luas dan merata.

Lebih jauh, keberadaan Poskesdes juga diarahkan untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Anang menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif agar fasilitas kesehatan tidak hanya dikunjungi saat kondisi sudah memburuk.

"Harapan kami ke depan, masyarakat yang sehat pun mau datang ke Poskesdes untuk konsultasi preventif dan promotif. Kita tingkatkan pencegahannya agar pasien tidak menumpuk di Puskesmas atau Rumah Sakit," pungkasnya.

Dengan Poskesdes yang aktif dan terintegrasi, Dinkes Subang optimistis peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat dirasakan secara lebih adil, hingga ke pelosok desa.

Editor : Yudy Heryawan Juanda

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network