SUBANG, iNewsSubang.id – Bencana kerap datang tanpa peringatan. Namun, dampaknya dapat diminimalkan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapsiagaan, dan kemampuan bertindak cepat. Pengetahuan mengenai langkah penyelamatan, kemampuan mengenali potensi risiko, serta koordinasi yang baik saat kondisi darurat menjadi bekal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
Kesadaran bahwa kesiapsiagaan merupakan kunci utama dalam mengurangi risiko bencana mendorong PT Pertamina EP Subang Field bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang dan Pemerintah Kecamatan Pusakajaya menggelar Sosialisasi Mitigasi Bencana di Aula Kantor Kecamatan Pusakajaya, Selasa (7/7/2026).
Sebanyak 75 peserta dari delapan desa di Kecamatan Pusakajaya mengikuti kegiatan tersebut, yakni Desa Bojong Jaya, Bojong Tengah, Karanganyar, Kebondanas, Pusakajaya, Rancadaka, Cigugur, dan Cinangsi. Selain aparatur desa, kegiatan juga diikuti unsur pemerintah kecamatan serta tokoh masyarakat yang diharapkan menjadi agen penyebarluasan pengetahuan mitigasi bencana di wilayah masing-masing.
Kecamatan Pusakajaya diketahui memiliki kerentanan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, kekeringan, dan angin puting beliung. Selain itu, sejumlah kajian juga menunjukkan adanya indikasi jalur Sesar Baribis yang melintasi kawasan Sungai Cipunagara. Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya membangun budaya kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya pengurangan risiko bencana di tingkat masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mitigasi bencana oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Subang, Asep Sudrajat. Peserta memperoleh pemahaman mengenai karakteristik ancaman bencana di wilayah Subang, langkah-langkah mitigasi, serta pentingnya kesiapsiagaan sebagai upaya mengurangi risiko dan dampak ketika bencana terjadi.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Superintendent HSSE PT Pertamina EP Subang Field, Arif Ardiansyah, yang membahas mitigasi kebakaran di lingkungan permukiman. Dalam paparannya, Arif menjelaskan berbagai penyebab kebakaran yang umum terjadi, langkah-langkah pencegahan, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga tindakan awal yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah meluasnya kebakaran sebelum bantuan datang.
Sebagai penguatan materi, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi yang dipandu langsung oleh tim BPBD Kabupaten Subang. Simulasi tersebut memberikan pengalaman praktis mengenai prosedur penyelamatan diri, koordinasi saat kondisi darurat, hingga langkah-langkah evakuasi yang aman. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata.
Head of Communication, Relations & CID Zona 7, Wazirul Luthfi, mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tangguh terhadap berbagai potensi bencana.
"Keselamatan merupakan tanggung jawab setiap orang. Melalui sosialisasi dan simulasi ini, Pertamina EP Subang Field mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap berbagai potensi bencana. Kami berharap sinergi bersama pemerintah daerah dan BPBD dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sehingga masyarakat lebih tanggap dan mampu meminimalkan risiko ketika bencana terjadi," ujarnya.
Sementara itu, Superintendent HSSE PT Pertamina EP Subang Field, Arif Ardiansyah, menambahkan bahwa membangun budaya keselamatan harus dimulai dari lingkungan terdekat.
"Sebagian besar kejadian kebakaran sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat memahami sumber-sumber potensi bahaya dan mengetahui langkah penanganan awal yang tepat. Melalui edukasi ini kami ingin membangun budaya keselamatan sehingga masyarakat tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat membantu lingkungan sekitarnya ketika menghadapi kondisi darurat," jelasnya.
Apresiasi juga disampaikan Camat Pusakajaya, Dadang Kosasih. Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan BPBD menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
"Kecamatan Pusakajaya merupakan wilayah yang cukup rentan terhadap banjir, kekeringan, maupun puting beliung. Edukasi seperti ini sangat penting agar aparatur desa dan masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi serta mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi kondisi darurat. Kami mengapresiasi kepedulian PT Pertamina EP Subang Field yang terus mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah kami," ungkapnya.
Senada dengan itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Subang, Asep Sudrajat, menegaskan bahwa mitigasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.
"Keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya ditentukan oleh kecepatan respons saat kejadian, tetapi juga oleh kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini. Ketika masyarakat memahami potensi ancaman di wilayahnya dan mengetahui cara menyelamatkan diri, dampak bencana dapat ditekan seminimal mungkin. Kami mengapresiasi kolaborasi PT Pertamina EP Subang Field dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui kegiatan ini," katanya.
Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Subang dan BPBD Kabupaten Subang, PT Pertamina EP Subang Field terus mendorong tumbuhnya budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana di tengah masyarakat. Dengan demikian, masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan diharapkan semakin tangguh, adaptif, serta mampu melindungi diri dan lingkungannya ketika bencana terjadi.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
