Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkab Subang Gelar Awarding Subang Innovation Festival 2026, Dorong Inovasi SDM Lokal
Advertisement . Scroll to see content

Ngintip 261 Koleksi Museum Subang, Ada Patung Peter William Hofland hingga Kapak Perunggu

Kamis, 24 September 2026 | 12:14 WIB
  • author Ricardo Sibuea
Ngintip 261 Koleksi Museum Subang, Ada Patung Peter William Hofland hingga Kapak Perunggu
Museum Subang menyimpan sebanyak 261 koleksi yang menggambarkan perjalanan sejarah dan budaya Subang, mulai dari masa prasejarah hingga perkembangan kehidupan masyarakat modern. Foto : Istimewa

Intip Koleksi Unggulan Museum Subang

Dari 261 koleksi yang tersimpan, Museum Subang memiliki sejumlah koleksi unggulan. Di antaranya patung Peter William Hofland, pejana perunggu, dan kapak perunggu.

Patung Peter William Hofland menjadi salah satu koleksi yang berkaitan dengan sejarah Subang. Sementara pejana dan kapak perunggu menjadi bagian dari koleksi peninggalan masa lampau yang memperlihatkan perkembangan kehidupan manusia pada masa prasejarah.

“Selain patung Peter William Hofland, kita juga punya koleksi unggulan yaitu pejana perunggu dan kapak perunggu,” kata Hendrik.

Koleksi Museum Subang juga berpotensi terus bertambah. Hendrik menyebut sejumlah wilayah di Subang masih memiliki potensi temuan benda bersejarah maupun fosil.

Salah satu temuan terbaru adalah gigi taring kuda nil purbakala yang ditemukan di wilayah Pasir Cabe.

“Masih banyak di beberapa wilayah yang terdapat temuan artefak maupun fosil yang berpotensi menjadi penambahan koleksi museum,” ujarnya.

Selain temuan arkeologis, penambahan koleksi juga dapat berasal dari hasil kajian seni dan budaya yang telah berkembang selama lebih dari 50 tahun.

Menurut Hendrik, pihaknya telah memetakan sejumlah perlengkapan seni dan alat budaya yang berpotensi menjadi koleksi Museum Subang.

“Untuk potensi penambahan koleksi, kelengkapan alat seni dan alat budaya kita sudah mapping, tinggal kita implementasikan,” katanya.

Untuk menjaga kondisi koleksi yang tersimpan, Museum Subang melakukan pemeliharaan secara berkala. Perawatan dilakukan sekitar dua kali dalam setahun dengan menggunakan bahan kimia maupun bahan alami sesuai kebutuhan koleksi.

Hendrik berharap masyarakat turut berperan dalam menjaga keberadaan Museum Subang. Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan saran terkait pengelolaan museum.

“Kita juga ingin menerima kritik dan saran supaya Museum Subang ini tetap eksis dan menjadi kebanggaan Kabupaten Subang,” pungkasnya.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut