get app
inews
Aa Text
Read Next : Dorong Akses Kesehatan Hingga Pelosok, Dinkes Subang Perkuat Poskesdes dalam Skema ILP

5 Sektor Prioritas Bupati Reynaldy untuk Percepat Pembangunan Subang

Selasa, 01 September 2026 | 22:10 WIB
header img
Kepala Bapperida Subang, Iwan Syahrul. Foto : iNewssubang.id/Iqbal Maulana Bahtiar

SUBANG, iNEWSSubang.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang menetapkan sejumlah sektor prioritas dalam pembangunan daerah hingga akhir masa jabatan Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang Iwan Syahrul mengatakan, arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, visi dan misi Bupati Subang diterjemahkan ke dalam delapan misi serta 30 program strategis daerah yang sebagian besar merupakan janji politik saat kontestasi Pilkada.

“Kalau bicara prioritas dalam konteks perencanaan pembangunan, harus dipastikan terlebih dahulu bahwa semua yang kita laksanakan sampai akhir masa jabatan sudah didudukkan dalam RPJMD,” kata Iwan saat ditemui di Kantor Bapperida Sudang, Selasa,(1/9/2026).

Ia menjelaskan, terdapat sedikitnya lima sektor utama yang menjadi perhatian Pemkab Subang, yakni infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan.

1.Infrastruktur Jalan

Infrastruktur jalan menjadi prioritas utama Pemkab Subang dalam beberapa tahun awal pemerintahan Reynaldy. Perbaikan konektivitas wilayah ditargetkan dapat dituntaskan pada 2027.

Iwan menyebut tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perbaikan jalan juga terlihat dari banyaknya laporan warga melalui kanal komunikasi Bupati Subang.

“Hampir tiap bulan didominasi oleh laporan masyarakat terkait kondisi jalan rusak. Jadi menurut hemat kami di perencanaan ini balance. Masyarakat membutuhkan percepatan perbaikan infrastruktur jalan, prioritas Pak Bupati ke jalan,” ujarnya.

Menurut Iwan, ketika target penanganan jalan dapat dituntaskan pada 2027, anggaran yang sebelumnya terserap besar untuk pembangunan jalan dapat mulai dialihkan ke sektor lainnya.

“Kalau 2027 selesai, 2028 otomatis tidak harus membutuhkan biaya besar. Hanya tinggal pemeliharaannya saja. Rupiah-rupiah yang tadinya sisa alokasi jalan itu mungkin boleh bergeser ke penuntasan sarana-prasarana pendidikan, kesehatan, termasuk sektor ekonomi,” katanya.

2.Pendidikan

Sektor pendidikan tetap menjadi prioritas meski anggaran pembangunan saat ini masih banyak diarahkan untuk infrastruktur jalan.

Salah satu fokusnya adalah memastikan ruang kelas di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) berada dalam kondisi layak. Pada 2026, Pemkab Subang telah mengalokasikan sekitar Rp35 miliar untuk pembangunan infrastruktur pendidikan.

Selain infrastruktur sekolah, Pemkab Subang juga tengah mengevaluasi program seragam sekolah gratis yang menjadi salah satu janji politik Bupati Reynaldy.

“Seragam gratis itu masih jadi salah satu prioritas Pak Bupati karena termasuk dalam janji politik,” tutur Iwan.

Ia mengatakan, setelah kebutuhan anggaran jalan mulai berkurang, pemerintah daerah akan menghitung kemungkinan memperluas cakupan bantuan seragam gratis, tidak hanya bagi siswa baru.

“Apakah nanti setelah tahun 2027 jalan bisa selesai, Pak Bupati bisa mengalokasikan bukan hanya untuk siswa tahun ajaran baru, tapi untuk seluruh siswa di jenjang pendidikan SD dan SMP. Kita sedang berkalkulasi rupiahnya tersedia atau tidak,” katanya.

3.Kesehatan

Di sektor kesehatan, Pemkab Subang memprioritaskan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Pantura.

Iwan menjelaskan, Subang memiliki 30 kecamatan dan 253 desa, tetapi saat ini hanya memiliki satu RSUD milik pemerintah daerah yang menjadi rujukan utama masyarakat.

“Karena kita tahu Subang itu luas, ada 30 kecamatan, 253 desa, tapi rumah sakit umum daerahnya cuma satu di Subang. Otomatis untuk masyarakat Pantura aksesnya tidak ada,” ujarnya.

Pembangunan RSUD Pantura ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada 2027. Berdasarkan perhitungan awal, pembangunan rumah sakit tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp390 miliar hingga dapat beroperasi secara lengkap.

Selain RSUD Pantura, Pemkab Subang juga secara bertahap meningkatkan layanan rawat inap di puskesmas.

“Dari 40 puskesmas, kalau tidak salah ada 16 yang belum memiliki ruang rawat inap. Tahun depan Dinas Kesehatan sudah mengalokasikan satu puskesmas untuk memiliki rawat inap,” kata Iwan.

4.Pertumbuhan Ekonomi dan Industrialisasi

Sektor ekonomi menjadi prioritas karena Subang tengah memasuki fase industrialisasi seiring berkembangnya kawasan industri dan keberadaan Pelabuhan Patimban.

Menurut Iwan, terdapat sejumlah kawasan peruntukan industri baru yang akan mendorong perubahan struktur ekonomi Subang. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dalam jumlah besar.

Namun, Pemkab Subang melihat adanya kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi sumber daya manusia (SDM) lokal.

“Pertama yang kita analisa untuk industrialisasi ini adalah terjadi kesenjangan sumber daya manusia antara industri yang akan tumbuh dengan kualitas sumber daya manusianya. Ada gap di situ,” katanya.

Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, Pemkab Subang tengah menjajaki kerja sama dengan Politeknik Manufaktur Bandung untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan sertifikasi.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk pelatihan bahasa asing seperti bahasa Mandarin, serta penguatan Balai Latihan Kerja.

“Makanya beberapa kali ada pelatihan bahasa Cina di Dinas Tenaga Kerja. Termasuk konsentrasi kita di balai latihan kerja, mungkin ada modulasi mobil listrik dan bagaimana mengoperasionalkan crane karena kita punya pelabuhan,” ujar Iwan.

Pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif juga dinilai menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Iwan mencontohkan penyelenggaraan Subang Fest yang tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga sarana promosi UMKM dan destinasi wisata.

“Subang Fest itu menjadi salah satu cara Pak Bupati untuk memutar ekonomi masyarakat, membelanjakan ke UMKM di setiap penyelenggaraan event,” katanya.

5.Ketahanan Pangan dan Perlindungan Lahan Pertanian

Di tengah percepatan industrialisasi, Pemkab Subang memastikan sektor pertanian tidak ditinggalkan. Subang tetap diarahkan mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional.

Iwan mengatakan, pemerintah daerah harus menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

“Di sisi lain kita juga tidak boleh meninggalkan jati diri sebagai lumbung pangan nasional. Kita tidak boleh Subang terdegradasi penyediaan pasokan pangan nasionalnya,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan industri memang berpotensi mengurangi luasan lahan pertanian, tetapi pemerintah daerah berupaya memastikan lahan yang telah masuk dalam kawasan LP2B tetap terlindungi.

“Kalau lahan pangan berkelanjutannya masuk, sudah tidak boleh. Jadi kita coba proteksi, terutama untuk lahan pangan tadi, dengan pembuatan regulasi yang harus ditaati,” ujarnya.

Iwan menegaskan, pembangunan Subang ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan industri, tetapi juga harus menjaga kualitas pelayanan dasar dan ketahanan pangan.

Target besarnya, kata dia, adalah memastikan infrastruktur jalan semakin baik, pendidikan dan kesehatan berkualitas, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal tanpa mengorbankan sektor pertanian.

“Harapannya di akhir masa jabatan Pak Bupati, pertama jalan selesai. Yang kedua pendidikan berkualitas, kesehatan pun berkualitas,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut