Kecam Promosi Miras Berkedok Hafalan Alquran di The Sounds Project, MUI Desak Polisi Usut Tuntas!
JAKARTA, iNewsSubang.id — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak aparat kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas pihak yang merancang dan menggelar tantangan menghafal Surat Ad Dhuha berhadiah minuman keras (miras). Aksi kontroversial tersebut berlangsung di booth merek minuman beralkohol Newport pada festival musik The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, dan memicu gelombang kecaman publik.
Wakil Ketua Umum MUI Pusat, KH M Cholil Nafis, menegaskan bahwa tindakan melecehkan ayat suci Al-Qur'an demi mempromosikan produk haram tidak boleh ditoleransi. Pihak kepolisian diminta segera memeriksa dan memproses hukum para pelaku tanpa kompromi demi menjaga kerukunan beragama di Indonesia.
"Pak polisi, para penegak hukum, cari orang itu, diperiksa, diselidiki, dan harus diproses secara hukum. Ini tidak boleh dibiarkan demi tatanan beragama yang baik dan rukun di Indonesia," kata Cholil secara tegas melalui situs resmi MUI.
Cholil menilai penggunaan ayat suci Al-Qur'an dalam konteks promosi minuman beralkohol telah melukai perasaan umat Islam secara mendalam. Ia menegaskan, aparat wajib menjerat pelaku dengan pasal penistaan agama jika dalam proses penyelidikan ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Selain itu, MUI menolak keras upaya cuci tangan dari pihak-pihak terkait. Pihak mana pun yang menginisiasi, menjalankan, hingga yang memberi ruang bagi aksi tersebut melangsungkan kegiatannya wajib dimintai pertanggungjawaban moral dan hukum.
"Secara hukum dan moral itu sangat tidak layak. Persoalannya bukan cuma siapa penyelenggara formalnya, tapi siapa yang punya inisiatif dan yang memberi ruang. Yang menyelenggarakan harus bertanggung jawab," tegasnya.
Polemik ini membendung usai unggahan akun Threads @JARRKOJARR viral di media sosial. Dalam unggahan itu, terlihat booth produk minuman beralkohol Newport menggelar challenge hafalan Surah Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol miras.
Merespons gelombang protes warganet, manajemen The Sounds Project mengklaim aksi provokatif tersebut berlangsung di luar pengetahuan, arahan, maupun persetujuan panitia. Penyelenggara mengecam keras pemanfaatan agama untuk bahan promosi dan mengaku telah memberikan teguran keras kepada pihak sponsor Newport serta mengawal kasus ini ke jalur hukum.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar