Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sekda Subang Dorong Santri Jadi Pelaku Perubahan di Era Perkembangan Zaman
Advertisement . Scroll to see content

Jelang Akhir Tahun, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Subang Mulai Naik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18 WIB
  • author Ricardo Sibuea
Jelang Akhir Tahun, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Subang Mulai Naik
Jelang Akhir Tahun, Sejumlah Harga Bahan Pokok di Subang Mulai Naik. Foto : Ilustrasi

SUBANG, iNewsSubang.id – Menjelang akhir tahun 2026, sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Subang mulai mengalami kenaikan. Berdasarkan data per 8 Oktober 2026, harga daging ayam kampung dan ketimun naik, meski sebagian besar komoditas masih relatif stabil.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang, Mochamad Irwan Ahadiat, mengatakan kenaikan harga terjadi pada beberapa komoditas, tetapi belum terlalu signifikan.

“Beberapa harga bahan pokok mengalami kenaikan, seperti ketimun,” kata Irwan saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Berdasarkan data DKUPP Subang, harga daging ayam kampung naik dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Sementara itu, harga ketimun meningkat dari Rp10.000 menjadi Rp12.000 per kilogram.

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih mencatatkan harga stabil, di antaranya beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam broiler, dan telur ayam.

Adapun beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai merah keriting turun dari Rp70.000 menjadi Rp66.000 per kilogram, cabai rawit hijau dari Rp44.000 menjadi Rp40.000 per kilogram, dan cabai rawit merah dari Rp78.000 menjadi Rp72.000 per kilogram.

Harga sawi hijau juga turun dari Rp7.000 menjadi Rp5.000 per kilogram.

“Sebagian besar harga bahan pokok masih relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti cabai merah keriting,” ujar Irwan.

Menurutnya, perubahan harga bahan pokok dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari peningkatan permintaan saat hari besar keagamaan dan nasional hingga keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca.

Saat ini, musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan sejumlah komoditas pertanian. Hasil panen yang berkurang, bahkan gagal panen di sejumlah wilayah, dapat mendorong kenaikan harga di pasar.

“Kalau sekarang, kenaikan harga lebih banyak disebabkan faktor demografi atau musim kemarau. Hasil panennya terbatas sampai terjadi gagal panen,” jelasnya.

Irwan menambahkan, dibandingkan bulan sebelumnya, harga sejumlah komoditas, terutama beras dan sayuran, masih mengalami fluktuasi.

Untuk memantau perkembangan harga, DKUPP Subang melakukan pembaruan data setiap hari berdasarkan laporan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pengelola pasar. Masyarakat dapat mengakses informasi harga melalui laman SIPHP-PENI Subang.

Di Kabupaten Subang, terdapat enam UPTD pengelola pasar, yakni UPTD Pasar Subang, Pagaden, Pamanukan, Ciasem, Purwadadi, dan Jalancagak.

DKUPP juga menyiapkan langkah untuk menjaga kestabilan harga dan daya beli masyarakat melalui program operasi pasar. Dalam pelaksanaannya, DKUPP menggandeng sejumlah mitra, termasuk toko modern, agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Kita punya program operasi pasar. Semua toko modern kita gandeng agar harga jual bisa memfasilitasi masyarakat saat daya beli turun,” kata Irwan.

Selain itu, DKUPP berkoordinasi dengan Perum Bulog apabila pasokan komoditas penting, seperti beras, minyak goreng, gula, dan terigu, mengalami keterbatasan di pasar.

“Biasanya kita koordinasi dengan Bulog. Mereka menjual beras murah, Minyak Kita, gula, dan terigu,” pungkasnya.

DKUPP Subang terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang akhir tahun 2026.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut