Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 9 PPPK dan 1 ASN Dilantik, Bupati Subang : Melayani, Bukan Dilayani
Advertisement . Scroll to see content

Apel Terakhir Sekda Asep Nuroni, 40 Tahun Pengabdian untuk Kabupaten Subang

Senin, 28 September 2026 | 19:33 WIB
  • author Iqbal Maulana Bahtiar
Apel Terakhir Sekda Asep Nuroni, 40 Tahun Pengabdian untuk Kabupaten Subang
apel terakhir Sekda Asep Nuroni setelah 40 tahun mengabdi. Ia berpesan agar ASN Subang menjaga integritas dan kebersamaan. Foto : Istimewa

SUBANG, iNEWSSubang.id – Senin pagi ini terasa berbeda bagi H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si. Seragam ASN masih melekat rapi di tubuhnya. Ia berdiri di hadapan jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Subang, menjalankan satu tugas yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari rutinitasnya: memimpin apel.

Namun, 28 September 2026 bukanlah Senin biasa.

Di hadapan para ASN yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan panjang pengabdiannya, Asep berdiri untuk terakhir kalinya sebagai pembina apel gabungan.

Setelah sekitar 40 tahun mengabdi, langkahnya sebagai seorang ASN akan segera sampai di penghujung.

“Apel pagi ini merupakan apel yang terakhir bagi saya, apel besar yang terakhir bagi saya,” ucap Asep dalam amanatnya.

Kalimat itu sederhana. Namun, di baliknya tersimpan perjalanan panjang seorang birokrat yang hampir seluruh masa pengabdiannya dihabiskan untuk Kabupaten Subang.

Empat puluh tahun bukan waktu yang sebentar.

Ada masa ketika ia bertugas di kecamatan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada hari-hari panjang di kantor pemerintahan. Ada keputusan yang harus diambil, kebijakan yang harus dijalankan, juga berbagai persoalan masyarakat yang harus dihadapi bersama.

Kini, semuanya tinggal menjadi bagian dari kenangan perjalanan pengabdiannya.

Asep tidak banyak berbicara tentang dirinya pada apel terakhir itu. Justru ia lebih banyak mengenang kebersamaan.

Ia mengakui, selama menjalankan tugas tentu ada keberhasilan dan karya yang telah dihasilkan. Tetapi ia juga menyadari tidak semua langkah berjalan sempurna.

“Banyak hasil, banyak karya nyata, tetapi pasti banyak kekurangan,” katanya.

Karena itu, di hadapan para ASN, Asep menyampaikan permohonan maaf.

Jika selama perjalanan tugasnya pernah ada perkataan yang kurang berkenan, perintah yang keliru, ataupun kebijakan yang tidak sesuai harapan, ia meminta semuanya dimaafkan.

“Apabila ada kata, perintah, atau kebijakan yang kurang tepat, saya mohon untuk bisa dimaafkan,” ujarnya.

Sejenak, apel itu seperti bukan lagi sekadar kegiatan rutin pemerintahan.

Ada pesan perpisahan di dalamnya. Ada kenangan empat dekade yang perlahan ditutup. Dan ada kesadaran bahwa setelah ini, rutinitas yang sama tidak lagi menjadi bagian dari hari-harinya sebagai ASN.

Dari Kelurahan hingga Puncak Birokrasi

Perjalanan Asep Nuroni di birokrasi Subang dimulai jauh sebelum ia dipercaya menjadi Sekretaris Daerah.

Berbagai jabatan pernah dilewati. Dari kecamatan hingga perangkat daerah, dari tugas pelayanan masyarakat hingga mengoordinasikan pemerintahan di tingkat kabupaten.

Ia pernah menjabat sebagai camat, kemudian dipercaya sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kariernya berlanjut sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Subang.

Menjelang menduduki jabatan Sekda, ia juga sempat menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Hingga akhirnya, pada 26 Januari 2021, perjalanan itu membawanya ke posisi Sekretaris Daerah Kabupaten Subang.

Asep dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Subang H. Ruhimat di Pendopo Abdul Wahyan.

Sejak saat itu, ia menjadi salah satu figur yang berada di balik jalannya roda pemerintahan Kabupaten Subang.

Tidak selalu berada di depan kamera. Tidak pula selalu hadir dalam sorotan pemberitaan.

Lebih banyak bekerja dalam sunyi birokrasi, memastikan koordinasi berjalan, kebijakan diterjemahkan dan roda pemerintahan tetap bergerak.

Ada Pandemi, Ada Kebijakan, Ada Kenangan

Dalam apel terakhirnya, Asep juga menoleh sejenak ke belakang.

Ia mengingat masa ketika pandemi Covid-19 datang dan mengubah banyak hal. Di tengah situasi tersebut, pemerintah harus mengambil keputusan dalam kondisi yang tidak mudah.

Belum selesai dengan pandemi, pemerintah juga dihadapkan pada dinamika regulasi dan kebijakan efisiensi.

Asep menyadari, tidak semua keputusan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil merupakan bagian dari upaya menjalankan pemerintahan dan kepentingan Kabupaten Subang.

Empat puluh tahun pengabdian telah mempertemukannya dengan banyak situasi.

Ada kebijakan yang mendapat apresiasi, ada pula yang mungkin meninggalkan perbedaan pandangan.

Ada pekerjaan yang selesai dengan baik, ada pula yang masih menyisakan kekurangan.

Semua menjadi bagian dari perjalanan.

Dan pada akhirnya, Asep memilih menutup perjalanan itu dengan pesan sederhana.

Ia meminta seluruh ASN untuk menjaga integritas, kekompakan dan semangat kebersamaan.

“Berikan kontribusi terbaik sesuai dengan tugas dan tanggung jawab,” pesannya.

Ketika Estafet Mulai Berpindah

Kini waktunya hampir tiba.

Masa pengabdian Asep Nuroni sebagai Sekda Kabupaten Subang akan berakhir pada 1 Oktober 2026.

Setelah itu, kursi Sekda akan memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Subang bersiap membuka seleksi terbuka atau open bidding untuk mencari sosok yang akan meneruskan tugas tersebut.

Di hadapan para ASN, Asep tidak meninggalkan pesan tentang dirinya.

Ia justru berbicara tentang penerus.

Ia percaya estafet kepemimpinan Sekda akan berada di tangan yang tepat.

“Saya mendoakan semoga terus amanah, menjadi pemimpin yang mengayomi, terus menjaga integritas, dan terus berjuang membawa Subang untuk lebih maju dan lebih baik di waktu yang akan datang,” tuturnya.

Barangkali, di situlah makna sebuah pengabdian.

Ketika waktunya tiba untuk pergi, yang ditinggalkan bukanlah jabatan, melainkan pesan agar mereka yang melanjutkan tetap berjalan di jalan pengabdian.

Empat puluh tahun Asep Nuroni menjadi bagian dari birokrasi Subang.

Kini, seragam itu masih dikenakannya. Apel masih dipimpinnya. Pesan terakhir masih disampaikannya.

Tetapi setelah Senin pagi itu berlalu, semuanya akan menjadi kenangan.

Tak ada lagi apel sebagai Sekda.

Tak ada lagi rapat-rapat panjang sebagai panglima birokrasi.

Tak ada lagi rutinitas yang selama puluhan tahun mengisi hari-harinya sebagai ASN.

Yang tersisa adalah jejak pengabdian.

Dan pada Senin pagi itu, di tengah barisan para ASN, Asep Nuroni seolah sedang menutup satu halaman panjang dalam hidupnya.

Bukan dengan gegap gempita.

Melainkan dengan sebuah pesan sederhana: tetaplah berintegritas, tetaplah bersama, dan teruslah memberikan yang terbaik untuk Subang.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut