get app
inews
Aa Text
Read Next : 9 PPPK dan 1 ASN Dilantik, Bupati Subang : Melayani, Bukan Dilayani

Siapa Layak Jadi Sekda Subang? 10 Pejabat Lolos Seleksi, Siap Adu Kompetensi dan Rekam Jejak

Rabu, 02 September 2026 | 18:50 WIB
header img
Siapa Layak Jadi Sekda Subang? 10 Pejabat Lolos Seleksi, Siap Adu Kompetensi dan Rekam Jejak. Foto : Ilustrasi

SUBANG, iNEWSSubang.id – Pemerintah Kabupaten Subang resmi mengumumkan 10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan penilaian rekam jejak dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang.

Ke-10 pejabat tersebut selanjutnya akan mengikuti tahapan uji kompetensi/asesmen sebelum proses seleksi mengerucut pada calon Sekda Subang.

Berdasarkan Pengumuman Panitia Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Subang Nomor 05/PANSEL-JPTPr/IX/2026 tertanggal 1 September 2026, berikut daftar pejabat yang lolos:

1. dr. Achmad Nasuh – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Subang.
2. Dr. Aep Saepudin, S.Pd., M.M.Pd., M.Pd. – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Subang.
3. Asep Saeful Hidayat, S.Si., M.Ak. – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Subang.
4. Dikdik Solihin, S.Sos., M.Si. – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Subang.
5. Indri Tandia, S.STP., M.Si. – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Subang.
6. Iwan Syahrul Anwar, S.STP. – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Subang.
7. Kusnadi, S.P., M.Si. – Auditor Ahli Madya pada Inspektorat Daerah Kabupaten Subang.
8. Rahmat Efendi, S.Sos., M.Si. – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Subang.
9. Rona Mairansyah, AP., M.Si. – Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Subang.
10. Yeni Nuraeni, S.Sos., M.AP. – Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Subang.

Uji Kompetensi Digelar 7-8 September

Setelah dinyatakan lolos administrasi dan penilaian rekam jejak, para peserta akan mengikuti tahapan uji kompetensi/asesmen.

Panitia menjadwalkan sosialisasi asesmen pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Rapat Bupati 1.

Sementara pelaksanaan asesmen dijadwalkan berlangsung pada Senin-Selasa, 7-8 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Asesmen akan dilaksanakan di Lembah Ciater Resort Managed by Sahid dengan ketentuan peserta mengenakan batik Ganasan.

Panitia juga menetapkan sejumlah ketentuan. Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan uji kompetensi/asesmen, membawa laptop masing-masing, serta tidak dapat diwakilkan.

Peserta yang tidak hadir dalam pelaksanaan tes dinyatakan gugur.

Bupati Ingin Seleksi Sekda Lebih Terbuka

Sementara itu, Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi memastikan proses seleksi Sekda akan dilakukan secara transparan.

Menurut Reynaldy, figur yang nantinya menduduki posisi Sekda harus memiliki dua kriteria utama, yakni integritas dan kualitas.

“Yang penting punya integritas dan punya kualitas. Itu saja dua saya,” ujar Reynaldy kepada wartawan usai menghadiri konferensi pers di Mapolres Subang, Senin (31/8/2026).

Reynaldy bahkan menyiapkan skema penilaian yang melibatkan jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Subang, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat hingga kepala bagian (kabag).

Ia mengatakan, setelah proses seleksi mengerucut menjadi tiga besar, para calon Sekda akan diberi kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi di hadapan jajaran birokrasi tersebut.

“Nanti kalau sudah mengerucut tiga nama, saya akan kumpulkan camat, kepala dinas, dan kabag untuk mem-vote dan mendengarkan visi-visi dari calon Sekda,” katanya.

Menurut Reynaldy, pelibatan kepala OPD, camat dan kabag dinilai penting karena Sekda mempunyai posisi strategis dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah.

“Sekda itu tugasnya untuk mempersatukan dan mengkolaborasikan setiap OPD yang ada. Sehingga yang diperlukan kedekatan Sekda itu bukan hanya dengan saya, tapi dengan kepala OPD, camat, dan kepala kabag,” jelasnya.

Ia menilai kepala dinas dan camat merupakan pihak yang akan banyak berkoordinasi dengan Sekda dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Yang akan lebih menikmati pemimpin setelah Sekda itu kepala dinas dan camat, karena tugas Sekda berbeda dengan saya,” ujarnya.

Reynaldy mengakui mekanisme melibatkan jajaran birokrasi dalam memberikan penilaian tersebut bukan sesuatu yang lazim diterapkan dalam seleksi Sekda.

Namun, ia memastikan langkah itu tetap ingin dilakukan sebagai bagian dari upayanya menciptakan pemerintahan yang lebih terbuka.

“Walaupun itu enggak ada di aturan dan belum pernah ada daerah yang pakai, saya ingin lakukan. Biar apa? Agar pemerintahan kita ke depan lebih baik,” tegasnya.

Ia juga menegaskan tidak ingin proses pemilihan Sekda dilakukan secara tertutup.

“Jadi hari ini akan saya rubah skema. Dulu seleksi Sekda itu tutup-tutupan, sembunyi-sembunyi. Saya hari ini akan saya buka. Camat, kabag, dan kepala dinas punya suara untuk bisa memilih calon Sekda,” kata Reynaldy.

Bupati memastikan setiap tahapan seleksi akan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

“Tenang, saya transparan semuanya. Tidak ada yang saya tutup-tutupi,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut