Ketika Kekuasaan Perlu Diawasi, Pers Berdiri sebagai Pilar Keempat Demokrasi
“Pers memiliki fungsi strategis dalam kehidupan demokrasi. Media menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus melakukan kontrol terhadap jalannya penyelenggaraan negara,” ujar Andry.
Hubungan antara pemerintah dan media kerap dipandang sebagai hubungan yang berseberangan.
Pemerintah menjalankan kekuasaan, sementara media mengkritisinya.
Namun, Andry melihat hubungan tersebut secara berbeda.
Pers tidak harus menjadi musuh pemerintah untuk menjalankan fungsi kontrol. Justru, kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dan kepentingan publik dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Di sinilah prinsip check and balances menemukan bentuknya.
Media mengawasi bukan untuk menjatuhkan. Pers mengkritik bukan untuk menciptakan permusuhan.
Kritik jurnalistik seharusnya menjadi alarm ketika terdapat persoalan dalam pelayanan publik, kebijakan, maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Editor : Frizky Wibisono