get app
inews
Aa Text
Read Next : Rumah Tak Kunjung Rampung, BPSK Sanksi Developer Socia Garden Bayar Ganti Rugi

Pantai Cemarajaya Karawang Diduga Tercemar Minyak Mentah, HNSI Minta Pemkab Usut Tuntas

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37 WIB
header img
Pantai Cemarajaya Karawang Diduga Tercemar Minyak Mentah, HNSI Minta Pemkab Usut Tuntas. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSSubang.id – Pesisir Pantai Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, diduga tercemar ceceran minyak mentah atau oil spill. Material berwarna hitam kecokelatan berbentuk butiran ditemukan membentang di sepanjang pesisir pada Selasa (25/8/2026) pagi.

Temuan tersebut membuat nelayan dan warga pesisir resah. Selain mengotori kawasan pantai, material yang diduga ceceran minyak itu disebut mengeluarkan bau menyengat.

Warga khawatir material tersebut mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan sekaligus mencemari ekosistem pesisir.

Temuan pertama kali dilaporkan nelayan Desa Cemarajaya, Sakam dan Wartum, kepada Forum Komunikasi Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat (FK KKPMP) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Karawang.

Ketua Forum KKPMP HNSI Karawang, Abdul Syafii, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 06.00 WIB ketika nelayan hendak beraktivitas di pesisir.

“Pagi ini kami menerima informasi dari masyarakat nelayan Desa Cemarajaya. Mereka menemukan cairan minyak berbentuk butiran hitam kecokelatan yang diduga oil spill di sepanjang pesisir,” kata Abdul Syafii, Selasa (25/8/2026).

Menurut Abdul, temuan tersebut perlu segera diperiksa melalui uji dan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan jenis serta kandungan material.

“Kami khawatir material hitam kecokelatan itu membahayakan kesehatan masyarakat pesisir jika mengandung zat berbahaya. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Abdul mengatakan pihaknya juga menerima laporan dugaan ceceran oil spill di sejumlah wilayah perairan Karawang, termasuk sebelumnya di kawasan laut Cilarage Jaya.

Namun, ia belum dapat memastikan apakah material yang ditemukan di Cemarajaya memiliki sumber yang sama dengan temuan di wilayah lainnya.

“Kami banyak menerima laporan soal temuan oil spill di laut Karawang. Namun sampai hari ini kami belum mengetahui secara pasti dari mana sumbernya dan siapa pihak yang bertanggung jawab,” katanya.

Forum KKPMP HNSI Karawang mendesak pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pemeriksaan di lokasi. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah material yang ditemukan benar merupakan minyak mentah atau material lainnya.

“Kami meminta pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pengecekan di lapangan. Harus dipastikan ini material apa dan dari mana sumbernya,” ujar Abdul.

Ia juga meminta penelusuran dilakukan secara menyeluruh agar dugaan pencemaran dapat segera ditangani dan tidak semakin meluas.

“Kami berharap sumber pencemaran bisa segera diketahui. Jangan sampai kondisi ini mengganggu aktivitas nelayan dan berdampak terhadap lingkungan pesisir,” katanya.

Sementara itu, Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), Pinto Budi Bowo Laksono, membenarkan pihaknya menerima laporan mengenai temuan ceceran minyak di wilayah perairan Tanjungpakis pada Minggu (23/8/2026) dan pesisir Desa Cemarajaya pada Selasa (25/8/2026).

Pinto mengatakan PHE ONWJ telah melakukan pengecekan terhadap seluruh kegiatan operasional perusahaan. Pengawasan juga dilakukan melalui penyisiran menggunakan kapal patroli, kapal operasi, hingga penerbangan drone.

“Hasil pengecekan, perusahaan memastikan tidak ada anomali produksi, gangguan, maupun kebocoran pada seluruh fasilitas operasi,” ujar Pinto dalam keterangannya.

Menurut Pinto, PHE ONWJ juga terus berkoordinasi dengan masyarakat pelapor dan sejumlah pihak terkait untuk memantau kondisi pesisir Cemarajaya dan Tanjungpakis.

“PHE ONWJ terus berkoordinasi dengan masyarakat pelapor, perangkat desa, ketua Pokmaswas, DPC HNSI, serta Forum KKPMP untuk memantau perkembangan kondisi di pesisir Cemarajaya dan Tanjungpakis,” katanya.

PHE ONWJ menyatakan tetap berkomitmen menjaga keandalan operasional dan kelestarian lingkungan serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pesisir.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut