get app
inews
Aa Text
Read Next : Rumah Tak Kunjung Rampung, BPSK Sanksi Developer Socia Garden Bayar Ganti Rugi

30 Ribu Ton CBP Berkutu di Karawang, Pengamat Minta Distribusi Dihentikan Sementara

Selasa, 21 Juli 2026 | 18:33 WIB
header img
30 Ribu Ton CBP Berkutu di Karawang, Pengamat Minta Distribusi Dihentikan Sementara. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSSubang.id – Temuan serangan hama kutu pada sekitar 30 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di Gudang Genesis, Kabupaten Karawang, menuai sorotan. Di tengah upaya pemerintah memperkuat swasembada pangan dan cadangan beras nasional, kasus tersebut dinilai menjadi alarm bagi sistem pengelolaan logistik pangan.

Diketahui, kompleks Pergudangan Genesis menyimpan sekitar 102 ribu ton beras. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu ton berada di gudang yang ditemukan mengalami serangan hama kutu.

Aktivis pertanian sekaligus pengamat olahan pangan Karawang, Billi Suwandi, S.P., menilai persoalan itu tidak boleh dianggap sebagai gangguan hama gudang biasa. Ia meminta pemerintah menjadikannya sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah.

“Di saat pemerintah pusat sedang gencar mendorong swasembada pangan, justru di Karawang sekitar 30 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah diserang hama kutu. Ini ironi. Produksi terus digenjot, tetapi penyimpanan stok strategis juga harus dijaga. Jangan sampai kita berhasil di sawah, tetapi gagal di gudang,” kata Billi kepada pewarta, Senin (20/7/2026).

Menurut Billi, jumlah beras yang terdampak bukanlah skala kecil. Sebanyak 30 ribu ton atau sekitar 30 juta kilogram beras secara teoritis mampu memenuhi kebutuhan sekitar tiga juta orang selama satu bulan dengan asumsi konsumsi 10 kilogram per orang.

“Cadangan Beras Pemerintah merupakan tabungan darurat negara. Beras ini disiapkan untuk menghadapi bencana, operasi pasar, stabilisasi harga hingga kondisi darurat lainnya. Kalau tabungan pangan negara mengalami penurunan mutu akibat serangan hama, tentu harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kasus tersebut memiliki tiga persoalan utama, yakni besarnya skala serangan, dugaan lemahnya sistem pengawasan penyimpanan, serta potensi penurunan mutu pangan yang berdampak pada kerugian negara.

Editor : Iqbal Maulana Bahtiar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut