Dari Tahun 2024 Pabrik Bahan Peledak Dahana Capai 2,6 Juta Jam Kerja Aman

SUBANG, iNewsSubang.id – Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional, PT DAHANA mengadakan kegiatan “Talkshow dan Site Inspection” di berbagai lokasi operasional. Kegiatan ini berlangsung sejak 1 hingga 21 Februari 2025 dan mencakup sejumlah wilayah strategis di Indonesia, seperti Sumatera (Jsp. PT. BA dan Karimun), Sulawesi (Jsp. CPM dan Tonasa), Kalimantan (Jsp. MAM BBE, MHU, dan Pergudangan Samarinda), serta Jawa (Jsp. SBI Narogong).
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan kerja, PT DAHANA menurunkan tim K3LH yang dipimpin oleh VP Energetic Material Center (EMC) Teja Sukmara serta Senior Manajer Produksi Shahibudin Ma’ruf. Tim ini bertugas melakukan inspeksi sekaligus memberikan edukasi kepada para pekerja di lapangan mengenai pentingnya penerapan K3 dalam operasional sehari-hari.
“Alhamdulillah dalam tiga pekan kemarin, kami berhasil menyambangi banyak site, bertatap muka dengan karyawan site untuk saling belajar, bertukar pikiran tentang pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Secara umum, rekan-rekan di site sangat memahami sistem manajemen tentang K3 yang dimiliki perusahaan, dan patuh mengikutinya,” ujar Teja Sukmara di Kampus DAHANA, Subang, Rabu (26/2/2025).
Dalam sesi talkshow, tim K3LH menyampaikan berbagai materi untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja. Salah satu fokus utama adalah konsep Total Safety Culture, yang menekankan bahwa keselamatan bukan sekadar aturan perusahaan, tetapi harus menjadi budaya dalam keseharian pekerja. PT DAHANA menerapkan skema budaya keselamatan yang menitikberatkan pada kesadaran, dasar keselamatan, serta tindakan intervensi untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
Talkshow juga menyoroti dampak buruk dari pembiaran perilaku tidak aman di tempat kerja. Tim K3LH menegaskan bahwa mengabaikan potensi bahaya kecil dapat memicu efek domino yang berujung pada kecelakaan kerja. Oleh karena itu, setiap individu di lingkungan kerja memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan rekan kerja.
Pada sesi inspeksi lapangan, tim melakukan observasi serta analisis risiko terhadap berbagai faktor yang berpengaruh terhadap keselamatan kerja. Pemeriksaan mencakup kondisi lingkungan kerja, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta kesiapan alat pelindung diri (APD). Tim juga memberikan rekomendasi perbaikan serta hierarki pengendalian bahaya sesuai tingkat risiko, dengan tujuan menurunkan severity level dan memastikan efektivitas program keselamatan kerja.
Menutup rangkaian kegiatan, Teja Sukmara menegaskan kembali bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama. “Kami menyadari bahwa PT DAHANA merupakan perusahaan bahan peledak yang memiliki risiko ekstrim. Oleh sebab itu, dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional, kami melaksanakan berbagai macam program agar K3 tetap menjadi perhatian utama seluruh karyawan dimanapun berada. Semoga kegiatan site inspection kemarin dapat memperkuat komitmen bersama karyawan dan juga perusahaan,” pungkasnya.
Dengan total safety man-hours mencapai 2.672.344 hingga Januari 2025, PT DAHANA terus berkomitmen mengembangkan program K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Editor : Yudy Heryawan Juanda