DPRD Karawang Desak Pemkab Usut Sumber Minyak Mentah di Pesisir Cemarajaya

Iqbal Maulana Bahtiar
DPRD Karawang Desak Pemkab Usut Sumber Minyak Mentah di Pesisir Cemarajaya. Foto : Istimewa

KARAWANG, iNEWSSubang.idDPRD Karawang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang segera mengambil langkah konkret untuk mengusut sumber material tumpahan minyak mentah atau oil spill yang diduga mencemari pesisir Pantai Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang.

Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Karawang, Nurhadi, setelah turun langsung mengecek kondisi pesisir Pantai Cemarajaya pada Selasa (25/8/2026).

Nurhadi meminta Pemkab Karawang tidak hanya memeriksa kondisi lingkungan, tetapi juga segera memanggil pihak-pihak yang memiliki aktivitas di wilayah perairan Karawang, termasuk Pertamina dan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

“Pemda harus segera mengambil langkah konkret untuk memastikan tumpahan minyak mentah atau oil spill itu sumbernya dari mana. Pihak-pihak terkait, baik PHE ONWJ maupun Pertamina, harus segera dipanggil untuk memberikan penjelasan,” kata Nurhadi.

Menurutnya, penelusuran sumber material tersebut harus dilakukan secepat mungkin. Langkah ini penting untuk mencegah material yang diduga mencemari pesisir terbawa arus dan menyebar ke wilayah lain.

“Jangan sampai kita hanya melihat dan membersihkan material yang ada di pantai. Sumbernya juga harus dicari supaya pencemaran tidak terus meluas,” ujarnya.

Nurhadi juga meminta Pemkab segera melakukan langkah mitigasi terhadap material yang ditemukan di kawasan pesisir.

“Kalau sudah dipanggil berbagai pihak, segera lakukan mitigasi. Jangan menunggu sampai material ini menyebar dan dampaknya semakin luas,” tegasnya.

Khawatir Masuk Tambak

Nurhadi mengaku khawatir tumpahan minyak tersebut terbawa arus hingga masuk ke area tambak masyarakat. Jika terjadi, kondisi tersebut dinilai dapat mengancam aktivitas ekonomi warga pesisir.

“Kalau kasus ini dibiarkan, saya khawatir oil spill masuk ke tambak-tambak petani. Kalau sampai terjadi, masyarakat dan petani yang akhirnya dirugikan,” katanya.

Ia menegaskan Pemkab Karawang tidak perlu menunggu kepastian mengenai pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan penanganan awal.

“Terlepas oil spill yang mencemari pantai itu berasal dari mana, Pemda harus segera memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan tindakan konkret,” tegas Nurhadi.

Selain menelusuri sumber, ia meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan jenis dan kandungan material yang ditemukan.

“Harus dipastikan material ini apa, dari mana sumbernya, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan. Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya tanpa ada kepastian,” ujarnya.

Minta Semua Pihak Kooperatif

Nurhadi meminta seluruh pihak yang memiliki aktivitas atau keterkaitan dengan wilayah pesisir Karawang bersikap kooperatif dalam proses pemeriksaan.

“Perlindungan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, semua pihak yang berkaitan dengan aktivitas di wilayah pesisir harus kooperatif dalam proses pemeriksaan dan penelusuran,” katanya.

Menurutnya, hasil pemeriksaan nantinya harus menjadi dasar untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk apabila ditemukan pihak yang terbukti menyebabkan pencemaran.

“Bila nanti ada pihak yang dipastikan terbukti melakukan pencemaran, maka pihak itu harus diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

DPRD Karawang berharap Pemkab segera menangani dugaan oil spill tersebut agar tidak meluas dan mengancam ekosistem pesisir maupun aktivitas ekonomi masyarakat, terutama nelayan dan petani tambak di sekitar Cemarajaya.

Editor : Frizky Wibisono

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network