Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 9 PPPK dan 1 ASN Dilantik, Bupati Subang : Melayani, Bukan Dilayani
Advertisement . Scroll to see content

Jelang Akhir Tahun, DPUPR Subang Kebut Pekerjaan Infrastruktur Program Strategis Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:38 WIB
  • author Iqbal Maulana Bahtiar
Jelang Akhir Tahun, DPUPR Subang Kebut Pekerjaan Infrastruktur Program Strategis Daerah
Peresmian Jalan Oleh Bupati Subang Reynaldy Putra Andita. Foto : Istimewa

SUBANG, iNewsSubang.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Subang mempercepat penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur yang masuk dalam Program Strategis Daerah (PSD) menjelang akhir 2026.

Program tersebut mencakup penanganan jalan kabupaten, pembangunan jembatan dan gorong-gorong, infrastruktur sumber daya air (SDA), serta pembangunan gedung. Percepatan dilakukan untuk memastikan program prioritas Bupati Subang Reynaldy Putra Andita berjalan sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sekretaris DPUPR Subang, Yadi Heryadi, mengatakan progres fisik keseluruhan pekerjaan hingga akhir Oktober 2026 telah melampaui 70 persen. Pelaksanaan proyek tahun ini relatif lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya karena pekerjaan konstruksi sudah dimulai sejak April.

“Proyek infrastruktur yang masuk Program Strategis Daerah terus kami dorong agar selesai sesuai target. Untuk pekerjaan non-multiyears, kami menargetkan seluruhnya rampung paling lambat 24 Desember 2026,” ujar Yadi, Rabu (28/10/2026).

Ia menjelaskan, realisasi pembayaran kepada penyedia jasa hingga akhir Oktober tercatat sebesar 53,55 persen. Meski demikian, DPUPR terus mengawasi pelaksanaan pekerjaan agar percepatan tidak mengabaikan mutu konstruksi, spesifikasi teknis, dan keselamatan kerja.

Salah satu fokus utama program strategis tersebut adalah penanganan jalan kabupaten. Pada 2026, DPUPR mengalokasikan anggaran lebih dari Rp180 miliar untuk program jalan, dengan target penanganan sepanjang 62 kilometer dari total jaringan jalan kabupaten sepanjang 1.163 kilometer.

Pekerjaan tersebut tersebar di sejumlah ruas dan titik penanganan. Hingga akhir Oktober, progres fisik pekerjaan jalan mencapai sekitar 74,91 persen. Ruas Batangsari–Tanjung III dan Binong–Kijang dilaporkan telah selesai dikerjakan.

“Penanganan jalan menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Ruas Batangsari–Tanjung III dan Binong–Kijang sudah tuntas, sedangkan pekerjaan lainnya terus kami kawal agar selesai tepat waktu,” katanya.

Selain jalan, DPUPR menangani pekerjaan jembatan dan gorong-gorong di sekitar 55 titik dengan anggaran fisik sekitar Rp14 miliar. Progres pekerjaan tersebut telah mencapai 77 persen.

Sejumlah pekerjaan drainase difokuskan pada titik yang rawan genangan, di antaranya Jalan Agus Salim arah Wisma Karya, Jalan Katamso sekitar Tokma, serta Jalan Pejuang 45 arah Pasar Panjang. Penanganan dilakukan untuk memperbaiki aliran air dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan ketersediaan anggaran.

Yadi menyebut, salah satu kendala di lapangan adalah keberadaan jaringan kabel bawah tanah yang perlu diperhatikan agar pekerjaan tidak mengganggu utilitas yang sudah ada.

Sementara itu, pekerjaan infrastruktur sumber daya air mencakup 61 titik dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Progres fisiknya telah mencapai 99 persen, sehingga sebagian besar pekerjaan di sektor tersebut mendekati penyelesaian.

Untuk sektor bangunan, pembangunan Subang Command Center (SCC) senilai sekitar Rp2 miliar telah rampung. Adapun rencana pembangunan rumah sakit di wilayah Pantura Subang masih dalam tahap penyelesaian master plan, yang akan dilanjutkan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan kajian lingkungan.

DPUPR berharap pembangunan fisik rumah sakit tersebut dapat dimulai pada 2027, dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan kesiapan teknis. Lahan yang direncanakan merupakan bekas area persawahan sehingga berpotensi membutuhkan pekerjaan pengurugan. Selain itu, sejumlah bangunan pemerintah daerah di lokasi tersebut perlu direlokasi.

“Untuk rumah sakit Pantura, kami masih menyelesaikan master plan. Tahap berikutnya adalah DED dan kajian lingkungan. Kami berharap pembangunan fisiknya bisa dimulai tahun depan, tetapi pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan teknis dan alokasi anggaran,” ungkap Yadi.

Menjelang batas akhir tahun anggaran, DPUPR Subang juga mengingatkan kontraktor agar menjaga kualitas pekerjaan dan menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selama proses pembangunan.

“Kami meminta seluruh kontraktor mempercepat pekerjaan sesuai jadwal, tetapi kualitas harus tetap menjadi perhatian utama. Pekerjaan wajib mengikuti spesifikasi teknis dan ketentuan keselamatan kerja. Jangan sampai mengejar target waktu, tetapi mutu pembangunan diabaikan,” tegasnya.

DPUPR Subang akan terus memantau perkembangan proyek hingga akhir tahun. Percepatan ini diharapkan mendukung pencapaian Program Strategis Daerah sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Subang.

Editor: Frizky Wibisono

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut