Budi Arie Bicara Pergantian Rezim di Samping Jokowi, Denny Indrayana Ungkap Analisis Hukumnya
JAKARTA, iNewsSubang.id — Pakar hukum tata negara, Denny Indrayana, merespons pernyataan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, terkait adanya spekulasi pergantian rezim pemerintah sebelum tahun 2029. Pernyataan tersebut memicu sorotan publik setelah video Budi Arie yang menyampaikan hal itu di samping Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), viral di media sosial.
Menanggapi fenomena tersebut, Denny memaparkan bahwa sebuah rezim pemerintahan umumnya dapat jatuh atau berganti sebelum waktunya akibat tiga pemicu utama.
Faktor pertama adalah krisis ekonomi yang meruntuhkan daya tahan masyarakat. Faktor kedua adalah skandal publik yang memicu kemarahan massa secara luas. Sementara faktor ketiga adalah skandal pribadi yang melibatkan elite penguasa hingga mengikis legitimasi kepemimpinannya.
"Skandal pribadi yang tidak diselesaikan dengan baik itu akan memunculkan gosip, akan memunculkan spekulasi, dan spekulasi yang liar itu akan menggerus legitimasi. Jadi legitimasi yang tergerus itu konsekuensi lainnya apa? Kehilangan kursi. Nah, itu tiga hal yang kemudian menyebabkan rezim jatuh," kaya Denny saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2026).
Sementara yang membuat Presiden atau Wakil Presiden jatuh dari kursi kekuasaan, ia menegaskan hal tersebut telah diatur jelas dalam Pasal 7A UUD 1945. Aturan ini menurutnya menitik beratkan kepada pelanggaran pemimpin negara dan tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan Wakil presiden.
Lantas bila dikaitkan dengan pernyataan Budi Arie, menurutnya tak menutup kemungkinan hal tersebut bisa saja terjadi. Terlebih pernyataan tersebut disampaikan di samping mantan presiden RI.
"Jadi kalau kita lihat sekarang fenomena-fenomena aktual ini apakah ada kemungkinan itu? Ya mungkin, terutama kalau kita lihat dengar kemarin pernyataan Pak Budi Arie yang di samping Pak Jokowi loh itu ngomongnya. Ini bisa jadi ada percepatan tidak sampai 2029," kata dia.
Pernyataan tersebut tentunya memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pergantian rezim sebelum 2029. Apalagi Jokowi saat itu tidak memberikan respon ketika Budi berbicara.
"Kalau orang di samping Pak Jokowi saja bicara tidak sampai 2029, maka dan di sampingnya ada Pak Jokowi yang diam, maka bacaan spekulatifnya adalah ada apa nih? Apakah ada kemungkinan pergantian rezim? Saya rasa tidak tertutup kemungkinan itu," tuturnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar