Ketika Estafet Mulai Berpindah
Kini waktunya hampir tiba.
Masa pengabdian Asep Nuroni sebagai Sekda Kabupaten Subang akan berakhir pada 1 Oktober 2026.
Setelah itu, kursi Sekda akan memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Subang bersiap membuka seleksi terbuka atau open bidding untuk mencari sosok yang akan meneruskan tugas tersebut.
Di hadapan para ASN, Asep tidak meninggalkan pesan tentang dirinya.
Ia justru berbicara tentang penerus.
Ia percaya estafet kepemimpinan Sekda akan berada di tangan yang tepat.
“Saya mendoakan semoga terus amanah, menjadi pemimpin yang mengayomi, terus menjaga integritas, dan terus berjuang membawa Subang untuk lebih maju dan lebih baik di waktu yang akan datang,” tuturnya.
Barangkali, di situlah makna sebuah pengabdian.
Ketika waktunya tiba untuk pergi, yang ditinggalkan bukanlah jabatan, melainkan pesan agar mereka yang melanjutkan tetap berjalan di jalan pengabdian.
Empat puluh tahun Asep Nuroni menjadi bagian dari birokrasi Subang.
Kini, seragam itu masih dikenakannya. Apel masih dipimpinnya. Pesan terakhir masih disampaikannya.
Tetapi setelah Senin pagi itu berlalu, semuanya akan menjadi kenangan.
Tak ada lagi apel sebagai Sekda.
Tak ada lagi rapat-rapat panjang sebagai panglima birokrasi.
Tak ada lagi rutinitas yang selama puluhan tahun mengisi hari-harinya sebagai ASN.
Yang tersisa adalah jejak pengabdian.
Dan pada Senin pagi itu, di tengah barisan para ASN, Asep Nuroni seolah sedang menutup satu halaman panjang dalam hidupnya.
Bukan dengan gegap gempita.
Melainkan dengan sebuah pesan sederhana: tetaplah berintegritas, tetaplah bersama, dan teruslah memberikan yang terbaik untuk Subang.
Editor : Frizky Wibisono
Artikel Terkait
