get app
inews
Aa Text
Read Next : Rayakan HUT ke-81 RI, Kapolres Subang Beri Motivasi Siswa SLB Negeri Trituna

Dukung Swasembada Nasional, Wabup Subang Dampingi Wakapolda Jabar Tanam Bawang Putih Serentak

Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:53 WIB
header img
Dukung Swasembada Nasional, Wabup Subang Dampingi Wakapolda Jabar Tanam Bawang Putih Serentak. Foto : Istimewa

SUBANG, iNEWSSubang.id – Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi mendampingi Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar melakukan penanaman bibit bawang putih secara serentak tingkat Kabupaten Subang di Area Blok Dozer PTPN Kebun Ciater, Rabu (19/8/2026).

Penanaman tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang digelar untuk mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.

Secara nasional, gerakan penanaman dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara virtual dan dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Di Kabupaten Subang, kegiatan dihadiri Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, Wakil Bupati Subang H. Agus Masykur Rosyadi, jajaran Forkopimda, serta kelompok tani.

Agus Masykur turut melakukan penanaman bibit bawang putih bersama jajaran Forkopimda. Ia mengatakan Pemkab Subang mendukung program tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.

“Pemkab Subang tentu mendukung penuh program penanaman bawang putih ini. Kami berharap produksi bawang putih meningkat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh para petani,” ujar Agus Masykur.

Menurutnya, pengembangan pertanian membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian.

“Kami ingin sektor pertanian terus berkembang, sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Kolaborasi pemerintah, petani dan seluruh pihak sangat penting untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.

Sementara itu, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menegaskan komitmennya mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan.

“Kami berkomitmen mendukung target Presiden untuk mewujudkan swasembada bawang putih melalui kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, kelompok tani dan mitra strategis,” ujar Adi.

Adi mengatakan gerakan penanaman serentak tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis. Menurutnya, tanaman yang telah ditanam harus mendapat pendampingan hingga menghasilkan.

“Yang paling penting setelah penanaman adalah bagaimana tanaman ini bisa dirawat sampai menghasilkan. Kita harus memastikan petani mendapatkan pendampingan dan dukungan yang dibutuhkan,” katanya.

Secara nasional, lahan yang telah terverifikasi mencapai 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda dan 66 Polres. Dari luas tersebut, 927,6 hektare telah ditanami dengan melibatkan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.

Khusus penanaman serentak, sebanyak 110 kelompok tani yang beranggotakan 2.174 petani menggarap lahan seluas 279,53 hektare. Penanaman tersebut memiliki potensi produksi sekitar 2.795 ton bawang putih.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian serta sarana produksi kepada kelompok tani.

Di Kabupaten Subang, Wakapolda Jabar bersama jajaran dan Wakil Bupati Subang menyerahkan bantuan sembako serta alat dan mesin pertanian kepada tujuh kelompok tani.

“Bantuan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kelompok tani untuk menunjang kegiatan pertanian. Kami ingin bantuan yang diberikan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas petani,” ujar Adi.

Adi juga menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah penanaman dilakukan.

“Program ini harus terus dikawal dan dikembangkan. Harapannya, produksi bawang putih di Subang semakin meningkat dan petani semakin sejahtera,” katanya.

Arahan Kapolri

Dalam sambutannya secara virtual, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa capaian Rekor MURI dalam gerakan penanaman bawang putih bukan sekadar pencatatan prestasi.

Menurut Sigit, capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam meningkatkan produksi bawang putih nasional.

“Kurang lebih 90 sampai 95 persen kebutuhan masih dipenuhi dari luar, sementara produksi kita 39 sampai 40 ribu ton dan kebutuhan kita 600 ribu ton per tahun. Ini adalah tantangan bagi kita semua,” ujar Sigit, dikutip dari keterangan resmi.

Ia menegaskan Polri berkomitmen mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan.

“Ini tentunya membutuhkan kolaborasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, serta berbagai mitra strategis,” katanya.

Saat ini, lahan yang telah terverifikasi mencapai 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda dan 66 Polres dari target lahan seluas 4.840 hektare yang diberikan Kementerian Pertanian.

Dari luasan tersebut, 927,6 hektare telah ditanami dengan melibatkan 117 kelompok tani dan 2.257 petani.

Sementara dalam penanaman serentak, sebanyak 110 kelompok tani dengan 2.174 petani menggarap lahan seluas 279,53 hektare dengan potensi produksi sekitar 2.795 ton bawang putih.

Penguatan produksi dari sisi hulu juga didukung dengan penyerahan berbagai alat dan mesin pertanian serta sarana produksi kepada kelompok tani.

Bantuan tersebut antara lain 90 unit hand tractor, satu unit traktor roda empat, 24 unit pompa air, serta 17 ton pupuk Phonska Nitroku yang berasal dari Polri, Kementerian Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia.

Sementara dari sisi hilir, dilakukan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di atas lahan seluas 1.013 meter persegi yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Gudang tersebut memiliki luas bangunan 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 300 ton. Pembangunannya didukung anggaran sebesar Rp1,4 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB.

Gudang tersebut dipersiapkan untuk mendukung pengelolaan pascapanen sekaligus menjaga kualitas bawang putih.

Hasil panen nantinya akan diserap Bulog untuk memenuhi kebutuhan bibit yang akan ditanam kembali. Dengan demikian, peningkatan produksi diharapkan berjalan beriringan dengan kepastian pasar bagi petani.

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi langkah Polri dan Kementerian Pertanian dalam mendukung program swasembada pangan.

“Penanaman serentak ini harus menjadi awal dari gerakan yang konsisten dan berkelanjutan. Swasembada tidak cukup hanya dengan memperluas lahan dan meningkatkan produksi,” ujar Titiek.

Menurutnya, pemerintah juga perlu membangun ekosistem pertanian yang kuat, mulai dari kepastian penyerapan hasil panen, tata niaga yang sehat hingga peningkatan kesejahteraan petani.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan petani mendapatkan kepastian pasar dan harga yang baik, sehingga mereka memiliki motivasi untuk terus meningkatkan produksi,” pungkasnya.

Editor : Frizky Wibisono

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut