Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Oknum SPPG Diduga Ejek Korban Keracunan MBG, Gibran: Jangan Sampai Anak Jadi Korban Perundungan
Advertisement . Scroll to see content

BGN Tutup Permanen 504 Dapur Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak Sanitasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:59 WIB
  • author Yuwantoro Winduajie
BGN Tutup Permanen 504 Dapur Makan Bergizi Gratis yang Tak Layak Sanitasi
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 504 dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Foto: Ilustrasi

JAKARTA, iNewsSubang.id — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menutup secara permanen 504 dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Tindakan ini diambil setelah ratusan dapur tersebut dinyatakan tidak memenuhi standar sanitasi berdasarkan laporan Dinas Kesehatan melalui Kementerian Kesehatan.

Kepala BGN Sudaryono menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memperketat standar keamanan dan kebersihan pangan bagi penerima manfaat.

"Laporan per tanggal 10 kemarin ada 504 dapur yang kami tutup secara permanen karena dinyatakan tidak layak secara sanitasi berdasarkan data Dinas Kesehatan," kata Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus bersama Menteri Dalam Negeri dan Kepala Daerah Se-Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Selain dapur yang telah ditutup, sekitar 3.000 dapur mitra lainnya saat ini masih berada dalam proses asesmen dan pemeriksaan ketat oleh Dinas Kesehatan di daerah masing-masing.

Sudaryono mengingatkan seluruh pihak agar tidak menurunkan standar keselamatan demi kelancaran program. Menurutnya, BGN menerapkan prinsip zero tolerance atau toleransi nol terhadap risiko keracunan pangan.

"Ini urusan nyawa seseorang, urusan keselamatan anak-anak kita, tidak ada kompromi. Kami sangat mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang sigap membantu pengawasan di lapangan," tegasnya.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut